Proyek Dermaga Senggigi Diputus Kontrak, DAK Rp3 Miliar Lebih Terancam Hangus

Proyek Dermaga Senggigi ini diputus kontrak mengakibatkan pemda terancam kehilangan DAK sebesar Rp3 miliar lebih. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh Lombok Barat (Lobar) tahun 2019 untuk pembangunan proyek dermaga Senggigi terancam hangus, lantaran bakal ditarik pusat. Pasalnya, proyek yang didanai dari DAK ini dibayar sesuai dengan progres proyek, sedangkan dana sisanya untuk pekerjaan yang belum tuntas bakal ditarik pusat.

Kabag Pembangunan Setda Lobar Heri Ramadhan mengatakan estimasi yang diperlukan untuk melanjutkan proyek dermaga mencapai Rp 3 miliar. Namun hal ini perlu dilakukan audit dan penrencanaan ulang. Terkait kesiapan penanggaran untuk melanjutkan proyek ini tengah dilakukan upaya lobi. ”Itu sedang dilakukan, karena memang DAK itu sudah tertransper semua ke daerah. Persoalannya sekarang bisa digunakan atau tidak? itu nanti tergantung lobi,” jelasnya, Selasa, 21 Januari 2020.

Diakuinya, DAK sudah ditransfer semua ke daerah, hanya saja masalahnya apakah bisa tidak anggaran itu dipakai, karena aturannya DAK itu ditarik kalau tidak bisa terserap. Kemungkinan juga, kata dia, apakah DAK yang sudah ada ini sebagai pengurang untuk transfer DAK tahun 2020. Misalnya ada DAK belum terserap Rp 10 miliar, kemudian alokasi DAK tahun ini mencapai Rp 200 miliar, dengan adanya sisa DAK ini kemungkinan daerah ditransfer tinggal Rp190 miliar.

Sementara itu Kabid Keuangan pada BPKAD Lobar H. Adnan mengatakan terkait DAK sejauh ini masih ada di kas daerah. “DAK yang belum dipakai itu masih di kas daerah, belum ditarik, besok (hari ini red) kami akan pertemuan dengan KPKNL, kami akan tanyakan soal ini (bagaimana nasib DAK yang tak terserap),” jelas dia.

Di sisi lain, Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar, Agus Martimbang mengatakan, akibat pekerjaan dermaga ini tak selesai, maka Pemda Lobar rugi, sebab pemda harus mengeluarkan uang untuk melanjutkan.
Terkait kebutuhan dana sekitar Rp3 miliar, menurut dia dihitung ulang lagi dari sisa pekerjaan yang belum selesai. Akan direncanakan dari pagu anggaran sebesar Rp 8,7 miliar, maka dari sisa kebutuhan dana untuk melanjutkan pekerjaan tersebut dan pihaknya akan mengajukan lagi untuk penganggarannya.

  Kontraktor Lokal Kalah Saing, Pengaruhi Kualitas Pertumbuhan Ekonomi NTB

Sementara itu, Asisten II Setda Lobar Hj. Lale Prayatni belum lama ini mengatakan Pemda membutuhkan dana segar mencapai Rp 4 miliar lebih untuk melanjutkan proyek-proyek yang diputus kontrak dan molor. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here