Puluhan Calon TKI Non Prosedural Asal Lobar Dipulangkan

Calon TKI asal NTB, termasuk dari Lobar yang diduga ilegal dipulangkan oleh Kemnaker, Kamis, 16 Januari 2020. (Suara NTB/ist) 

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Barat (Lobar) dipulangkan ke NTB oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), karena berangkat secara non prosedural. Puluhan Calon TKI yang hendak dikirim ke Negara Timur Tengah ini ditemukan di penampungan ilegal di wilayah Jakarta oleh Kemnaker dalam inspeksi mendadak (sidak). Para CTKI ini mau diberangkatkan non prosedural, karena tergiur diimining-imingi pekerjaan dan uang fee kisaran  Rp 3-10 juta oleh oknum tekong.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar, M. Hendrayadi mengatakan berdasarkan hasil sidak Kemnaker di Jakarta mendapati ada 120 orang Calon TKI non prosedural. Dari jumlah ini ada 84 orang dari NTB, dan Lobar ada 26 orang.

Baca juga:  TPPO Anak ke Arab Saudi, Bos Tekong Masih Diburu

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) ini, awalnya dari data kementerian ada 30 orang calon TKI dari Lobar, namun setelah diverifikasi ternyata hanya 26 orang. Dari puluhan ini, ada tiga orang yang ingin melanjutkan pergi ke luar negeri di antaranya dua orang dari Lobar, sedangkan satu orang dari Mataram. Saat ini ketiga orang ini masih berada di Jakarta.

Baca juga:  Setelah Arab Saudi, Pengiriman Pekerja ke Qatar dan Abu Dhabi Dibuka

Sedangkan sisanya meminta dipulangkan ke daerah masing-Masing di NTB. puluhan calon BMI ini pun rencananya dipulangkan, Kamis, 16 Januari 2020 dan tiba di Lombok International Airport (LIA)  pukul 15.00 Wita. Mereka dijemput oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB dan diberikan pengarahan. Setelah itu, barulah dijemput oleh Disnaker Lobar lalu diantar ke daerah masing-masing. “Mereka ini dari beberapa daerah,  paling banyak dari Kecamatan Lingsar sebanyak 7 orang, termasuk dari Kecamatan Gerung dari Desa Beleka juga ada,” sebut dia.

Baca juga:  Pemprov NTB Keluarkan Rekomendasi Pengiriman PMI ke Timur Tengah

Dijelaskan lebih lanjut, keberangkatan calon tenaga kerja ini bukan mereka mendaftar. Namun mereka didatangi oleh oknum petugas lapangan dan tekong, kemudian mereka diberikan semacam fee atau uang oleh oknum ini.”Mereka diberikan uang (fee) antara Rp 3-20 juta per orang, tanpa ada kejelasan lewat perusahaan mana dan tujuannya kemana,” jelas dia. Namun setelah disidak oleh kementerian, tujuan mereka ternyata mau ke Timur Tengah dan itu sudah kuota larangan oleh kementerian.  (her)