Gelar Tes SKD BKD, Lobar Tak Punya Perangkat Komputer

Suparlan  (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar) mulai mempersiapkan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang direncanakan mulai bulan Februari mendatang. Dalam persiapan tes dasar ini, BKD mengalami kendala fasilitas peralatan berupa laptop atau komputer. Pasalnya, BKD tidak memiliki fasilitas tersebut.

Kepala BKD dan PSDM Lobar, Suparlan, S.Sos., mengatakan jumlah peserta yang melamar sebanyak 4. 261 orang, sedangkan yang lolos memenuhi syarat awalnya 3.708 orang, TMS 1.183. Namun setelah hasil sanggahan, jumlah peserta yang lolos tes SKD dan SKB bertambah menjadi 3.879 peserta. Untuk pelaksanaan tes SKD ini, belum ada jadwal dari pusat. Pihaknya masih menunggu jadwal dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

Baca juga:  Tes SKD, Listrik dan Jaringan Jadi Masalah Krusial

Terkait hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) agar segera menginformasikan. Sebab pihaknya sangat butuh segera informasi tersebut, mengingat pihaknya perlu menyiapkan fasilitas, sarana prasarana yang akan digunakan untuk pelaksanaan tes.

“Rencananya untuk tes diadakan di Aula Kantor Bupati, karena itu secepatnya informasi kepastian ini didapatkan, ndak mungkin kami kosongkan aula dalam waktu panjang. Perangkatnya kami tidak ada, tapi kami sudah koordinasi dengan Dinas Dikbud Lobar untuk pinjam komputer sekolah. Dan Dikbud sudah siap pinjamkan di sekolah-sekolah laptop sebanyak 170 unit,” jelasnya, Selasa 14 Januari 2020.

Terkait perangkat komputer, pihaknya  membutuhkan sebanyak 170 unit. Di mana, 70 unit dipakai untuk cadangan jika terjadi permasalahan saat pelaksanaan tes nantinya. Untuk menyiapkan perangkat ini, pihaknya sudah bersurat ke Dinas Dikbud meminjam laptop. Bahkan, pihak Dinas Dikbud sudah menyiapkan laptop yang dipinjam dari sekolah-sekolah.

Baca juga:  Tes SKD, Listrik dan Jaringan Jadi Masalah Krusial

Untuk itu, perangkat komputer untuk pelaksanaan tes CPNS ini harus ada. Pihaknya berharap tidak hanya perangkat, namun BKD harus memiliki kantor sendiri. “Tapi itu kan harapan ke depan,” jelas dia.

Hanya saja saat ini yang diperlukan terkait kepastian waktu pelaksanaan tes, karena hal ini menyangkut perangkat laptop, pihaknya tidak berani meminjam terlalu lama laptop, karena berisiko. ”Kalau sudah jelas waktunya, H-2 sudah kami pasang perangkatnya,” ujar dia.

Untuk pelaksanaan SKD ini digelar selama tujuh hari, dengan lima kelas (sesi) per hari dengan satu sesi 100 peserta. Sebab dalam ketentuan, minimal satu tempat (ruangan) harus 100 peserta.

Baca juga:  Tes SKD, Listrik dan Jaringan Jadi Masalah Krusial

Sejauh ini pihaknya masih menunggu kepastian jadwal dan juklak juknis pelaksanaan tes. Menyoal passing grade untuk SKB, sudah ada ketentuan yang mengatur. Di mana yang lulus SKB pada tes sebelumya bisa tidak ikut, namun pada formasi dan tempat yang sama. Sedangkan kalau SKD semua peserta yang lolos administrasi wajib ikut. Nilai passing grade SKB menurun dibandingkan sebelumnya. Dalam pelaksanaan tes ini nanti, ujarnya, tim Kemenpan RB, BKN akan turun memantau dan mengawasi. Sebab pihaknya hanya sebagai panitia pelaksana daerah, sebatas menyiapkan tempat dan perangkat. (her)