Sekolah di Lobar Bersinergi Atasi Stunting dan Anemia

0
3
Sekda Lobar H. Baehaqi, Kepala Dinas Dikbud NTB H. Rusman dan Kepala Dikes Lobar Hj. Made Ambaryati saat begibung bersama Kepala SMAN 1 Gerung, para guru serta siswa. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sekolah-sekolah di Lombok Barat (Lobar) turut serta bersinergi membantu pemerintah daerah mengatasi kasus stunting dan anemia kalangan remaja yang terbilang masih tinggi. Sejauh ini ada 48 sekolah tingkat SMP dan SMA yang rutin melakukan aksi bergizi. Salah satunya, SMAN 1 Gerung.

SEKOLAH ini mulai menggalakkan program aksi bergizi sejak 2019 lalu. Dalam aksi bergizi ini, pihak sekolah mengajak guru dan siswa serta siswi sarapan pagi yang digelar dengan cara “begibung” atau makan bersama.

Jumat, 10 Januari 2020, kegiatan aksi bergizi digelar di halaman sekolah menghadirkan Sekda Lobar, Dr. H. Baehaqi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB H. Rusman, SH., MH, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Made Ambaryati, Perwakilan Unicef, Kepala SMAN 1 Gerung Hj Erni Zuhara dan segenap guru serta siswa.

Kepala SMAN 1 Gerung Lombok Barat Hj. Erni Zuhara mengatakan kegiatan aksi bergizi ini merupakan program pemerintah yang didukung oleh Unicef yang bekerjasama dengan lembaga Seameo Refcon. Program ini termotivasi karena melihat keprihatinan tentang kondisi gizi remaja di Indonesia. Sebab remaja ini katanya satu fase kehidupan yang bertanggung jawab dengan generasi  berikutnya, sehingga muncullah kegiatan aksi bergizi ini.

“Gerakan sarapan pagi yang kami lakukan dengan budaya sasak “Begibung”, gerakan minum tablet tambah darah (TTD) dan literasi untuk menindaklanjuti gerakan aksi bergizi  yang dicanangkan UNICEF beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Dengan aksi bergizi itu sendiri sebenarnya ada beberapa komponen kegiatannya seperti sarapan bersama. Karena  sebenarnya harus diakui bahwa sebagian besar anak tidak sarapan, sehingga membuat angka kesehatan mereka menjadi cukup rendah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Hj Made Ambaryati mengatakan program Aksi Bergizi ini merupakan intervensi pemda dalam hal ini Dikes Lobar kepada para remaja dengan memberikan suplemen gizi maupun perubahan perilaku sehat dan gizi. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku para remaja tentang kesehatan. (her)

  Laporan Penanganan Stunting Jadi Syarat Pencairan DD 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here