Tahun Baru Tak Pengaruhi Lonjakan Penumpang Lembar-Padang Bai

 Salah satu kapal yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Lembar (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pergantian tak berdampak terjadinya lonjakan penumpang untuk penyeberangan laut, khususnya di penyeberangan Pelabuhan Lembar (Lombok) – Padang Bai (Bali). Empat hari sebelum pergantian tahun juga tak terjadi antrean berlebihan di Pelabuhan Lembar, maupun di Pelabuhan Padang Bai. Demikian juga sehari pascapergantian tahun, kondisinya sama. Tidak terlihat lonjakan penumpang di kapal penyeberangan selat Lombok.

Lambung kapal juga tak jarang terlihat hanya separuhnya terisi. Sebelum-sebelumnya, biasanya kapal sangat padat. Salah seorang awak kapal menyebut beberapa hal yang mempengaruhinya. Pertama, sejak beroperasinya kapal penyeberangan langsung Lembar-Tanjung Perak (Surabaya) atau sebaliknya, terjadi penurunan jumlah penumpang kapal di Selat Lombok.

Kedua, Selat Lombok diisi lebih dari 30 kapal. Sehingga tingkat keterisian kapal tak jarang kurang dari kapasitas angkut kapal. “Lembar Surabaya sudah diisi Legundi dan Oasis. Akhirnya banyak yang nyeberang langsung ke sana. Sebagian besar isi kapal kan penumpang kendaraan dari Pulau Jawa ke Lombok, atau sebaliknya,” demikian sumber ini.

Koordinator Satpel Pelabuhan Penyeberangan Lembar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Koda Pahlianus Nelson D tidak menampikkannya. Sebelum Natal dan Tahun Baru (2020) tingkat keterisian kapal cukup minim. “Satu kapal bahkan ada yang bawa hanya empat kendaraan. Tidak ada juga jadwal ekstra. Biasanya ada,” katanya menjawab Suara NTB, Jumat 3 Januari 2020.

Meski demikian, tidak ada pilihan. Kapal harus melayani penumpang. Kendati tingkat keterisiannya sangat minim. Harus memenuhi jadwal datang dan pemberangkatan di pelabuhan. Keterisian kapal mulai mengalami peningkatan, sejak H-7 pergantian tahun baru. Jumlah penumpang orang naik 19 persen, roda dua naik 4 persen dan roda empat naik 9,26 persen. kenaikan penumpang ini diproyeksikan madih terjadi hingga akhir pekan ini. Menjelang berakhirnya masa libur sekolah.

“Tahun 2019 ini umumnya kurang (penumpang), tetapi masih lebih baik dari keadaan tahun 2018,” demikian Nelson. Untuk itu, menurut dia, penting bagi para pengusaha kapal untuk terus meningkatkan layanan kepada penumpang. Kebersihan kapal, fasilitas penumpang, hingga pelayanan saat berlayar. Sementara Ketua Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Denny F. Anggoro juga tak menampik keadaan tersebut. Jumlah kapal yang melayani Selat Lombok saat ini sebanyak 39 kapal.

Secara umum, sepanjang  tahun 2019 berjalan lancar dan aman. Adanya penambahan 1 unit armada (Oasis) yang melayani Lembar-Surabaya (PP), tetapi kata Denny raihan pasar kapal-kapal lintas Lembar-Padang Bai relatif terjaga.  Artinya arus barang dan orang ke Lombok semakin padat. “Dan ini indikasi kemajuan signifikan bagi  ekonomi d NTB umumnya dan Lombok pada khususnya.  Tidak ada kejadian yang menonjol, okupansi turun karena, arusnya turun,” ujarnya.

Gapasdap Cabang Lembar berharap Pemprov maupun Pemkab  lebih intens dan terkonsep akan  penataan pelabuhan penyeberangan Lembar. Dan yang tak kalah penting adalah pelibatan masyarakat lingkar pelabuhan utuk terlibat aktif sebagai pelaku yang mengawal penataan tersebut. “Proyeksi tahun 2020, Insya Allah masih sangat penuh harapan. Maka dari itu kami usulkan adalah perbaikan/penataan kepelabuhanan. Untuk armada kapal, sudah lebih dari cukup dan tidak perlu dikhawatirkan,” demikian Denny. (bul)