Diterjang Puting Beliung, Belasan Rumah Warga Rusak di Loteng

Kondisi rumah warga yang rusak akibat puting beliung di Desa Selebung Kecamatan Batukliang, Kamis,  12 Desember 2019. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Angin puting beliung menerjang Desa Selebung Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng), Kamis (12/12). Belasan rumah milik warga rusak dalam musibah ini. Termasuk beberapa hunian sementara (huntara) yang ditinggali warga korban gempa. Upaya penanganan darurat pun dilakukan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Selebung Agus Wirahadi Kusuma, saat dikonfirmasi, Kamis,  12 Desember 2019 sore, mengungkapkan dari hasil pendataan awal total ada 13 rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung. Itu belum termasuk huntara milik warga korban gempa. “Kalau ditotal dengan huntara cukup banyak. Datanya sedang kita kumpulkan,” sebutnya.

Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 14.00 wita. Saat itu, Desa Selebung dan sekitarnya diselimuti mendung tebal. Angin kencang mulai berhembus seiring hujan yang turun. Selang beberapa saat kemudian, angin disertai hujan lebat turun dan menyapu rumah warga.

Menurut Kades Selebung rumah yang rusak ada juga rumah permanen ditambah beberapa rumah semi permanen. Puting  beliung berlangsung cukup lama, sehingga sempat membuat warga panik, terutama yang rumahnya rusak diterjang angin kencang tersebut.

“Untunga tidak ada korban dari warga. Hanya rumah saja yang rusak akibat terjangan angin kencang,” terangnya.

Kejadian itupun sudah dilaporkan ke BPBD Loteng. Termasuk ke Camat Batukliang. Harapannya, ada bantuan yang diberikan kepada warga yang menjadi korban puting beliung. Mengingat, kebanyakan warga yang jadi korban puting beliung juga korban gempa.

Terkait hal ini, Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L.Herdan, M.Si., yang dikonfirmasi terpisah, meminta pihak desa segera melaporkan data rumah rusak akibat musibah angin kencang tersebut supaya bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.  “Kalau ada laporan pasti akan dibantu untuk penanganan daruratnya. Tapi harus jelas data korbannya,” tegasnya.

Tanggap Darurat Bencana di Lobar

Sementara di Lombok Barat (Lobar), ratusan rumah warga di sejumlah wilayah rusak akibat puting beliung. Terhitung sejak kurang lebih satu bulan ini, hampir 10 kali kejadian bencana angin kencang dan puting beliung.

Data sementara yang dihimpun Dinas Sosial ada 126 unit rumah warga rusak akibat angin tersebut. Akan tetapi di tengah banyaknya warga terdampak bencana ini justru Dinas Sosial Lobar kehabisan stok logistik bantuan. Sehingga mensiasti kondisi ini, dinas terkait berkoordinasi dengan OPD dan Pemprov NTB untuk mendroping bantuan.

“Angin puting beliung merusak rumah warga yang jumlah keseluruhannya sudah mencapai 125 rumah, ini di luar Desa Kuranji,” jelas Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinas Sosial Lobar H.M Sakaki, Kamis,  12 Desember 2019.

Menurutnya, beberapa titik lokasi tempat puting beliung beberapa hari ini yaitu di Desa Kediri Selatan yang merusak sekitar 107 rumah, Desa Badrain Kecamatan Narmada 6 rumah, Desa Ombe Baru 3 rumah, Desa Sesela satu rumah, Desa Langko 1 rumah ditambah ada korban jiwa meninggal dunia akibat disambar petir. Ada juga yang terdampak Desa Suranadi 1 rumah, Krama Jaya 3 KK serta di Sesela 1 unit rumah. “Ada lagi yang belum masuk ini,”jelas dia.

Diakuinya dari semua korban ini memang belum semuanya diberikan bantuan karena stok logistik untuk bencana di dinas sosial sudah kosong, yang masih tersisa hanya puluhan kaleng makanan sarden, sedangkan untuk beras dan kebutuhan logistik lainnya untuk saat ini masih kosong.”Terakhir logistik kita salurkan untuk masyarakat yang ada Desa Mareje, setelah itu tidak ada lagi stok,” ungkapnya.

Di Lobar, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid sudah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hujan dan Angin Kencang, dengan adanya penetapan status tanggap darurat ini, tentunya akan memudahkan Dinas Sosial untuk mengajukan permohonan untuk mengeluarkan cadangan beras daerah atau untuk penambahan pasokan logistik. Di satu sudah ketika ada bencana terjadi, dari BPBD Lobar juga turun memberikan bantuan kepada para korban.” Kita dan BPBD saling mengisi, untuk logistik sudah mulai datang yang sumbernya dari pusat, dan hari ini akan mulai disalurkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Badrain Romi Purwandi mengatakan, pada Selasa sore lalu enam orang warganya menjadi korban puting beliung. Bencana itu terjadi di Dusun  Batu Rimpang Timur Desa Badrain yang menimpa 6 rumah yang diisi oleh 22 jiwa.” Ada 6 rumah warga yang rusak,” ujarnya.

 Semua warga yang menjadi korban sudah mendapatkan bantuan dari BPBD Lobar, sedangkan dari dinas masih menunggu, bentuk bantuan yang sudah diterima berupa terpal, selimut dan karpet. (kir/her)