Warga Sesaot Dihebohkan Fenomena Hujan Es

Warga dihebohkan dengan fenomena hujan es di wilayah Sesaot Kecamatan Narmada. (Suara NTB/ist)

Advertisement

Giri Menang (Suara NTB) – Warga di daerah Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat dihebohkan dengan fenomena hujan es yang melanda sebagian wilayah setempat, Kamis, 12 Desember 2019. Fenomena langka ini mengundang perhatian warga, sebagian warga pun mengabadikan di media sosial.

Sebagian warga juga mengaitkan fenomena ini dengan situasi iklim yang tak menentu yang terjadi saat ini. Pihak BMKG pun menganalisa bahwa fenomen hujan es ini disebabkan awan konvektif dan suhu di udara hingga daratan mencapai suhu rendah yang memungkinkan hujannya pada saat sampai ke tanah tidak mencair sebagaimana mana hujan yang biasa.

Andy warga Dusun Sambik Baru Desa Sesaot menuturkan kejadian fenomena hujan es ini terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir, Kamis lalu. Akibat anging kencang itu, beberapa pohon tumbang di kawasan pemandian sesaot. Termasuk di desa Suranadi satu rumah warga kena petir dan korban dibawa ke rumah sakit.

“Tumben ada fenomena hujan es ini, warga pada heboh dan heran kok bisa hujan es,” tutur dia. Beberapa warga pun kata dia mengabadikan fenomena hujan es ini di HP.

Prakirawan BMKG Lombok Barat, Budi Setyawan membenarkan adanya fenomena hujan es tersebut. Dijelaskan, kamis kemarin sekitar pukul 13.30 Wita terjadi kejadian hujan lebat disertai badai petir dan angin kencang di wilayah Pulau Lombok, NTB.

“Menyebabkan terjadinya hujan es di wilayah Narmada, Lombok Barat,” terang dia.

Selain itu, akibat sapuan angin ini atap rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa pohon tumbang dan menutupi jalan di wilayah Mataram dan Lombok Barat. Bahkan dilaporkan satu orang meninggal dunia tersambar petir di wilayah Tanjung Lombok Utara.

Berdasarkan analisa sementara hujan lebat disertai dengan angin kencang adalah akibat adanya pola pertemuan angin diwilayah utara dekat Pulau Lombok NTB mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Sedangkan hujan es jelas dia, disebabkan oleh awan konvektif dan suhu di udara hingga daratan mencapai suhu rendah yang memungkinkan hujannya pada saat sampai ke tanah tidak mencair sebagaimana mana hujan yang biasa.

“Kemungkina terjadinya itu bisa ditempat yang suhu lingkungannya dingin, seperti Narmada dan sekitarnya,” jelas dia. Dan kondisi ekstrem seperti ini, tambah dia, memang selalu ada pada saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan juga sebaliknya.

Atas kondisi cuaca buruk ini, lanjut dia, pihak BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Warga diminta menghindari daerah yang memiliki pohon besar dan tinggi, sebab musim pancaroba (masa peralihan) seperti saat ini memang kejadian ini biasa terjadi.

Kenapa terjadi di bulan November dan Desember? Menurut Budi musum hujan ini mundur sehingga pancaroba pun mundur.Terkait daerah rawan bencana jelas dia, pihak BPBD yang lebih tahu. Namun menurut dia, titiknya sporadis dan random di wilayah Lombok secara umum. (her)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.