Buang Sampah Sembarangan di Lobar Ancaman Penjara Tiga Bulan Menanti

 Budi Darmajaya (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga yang membuang sampah sembarangan di Lombok Barat (Lobar) harus berhati-hati. Lantaran mulai tahun depan, warga yang membuang sampah sembarangan bakal dikenakan sanksi berupa kurungan selama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. Hal ini diatur dalam Perda Lobar Nomor 3 tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah. Perda ini mulai tahun depan akan diberlakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar.

 Kepala DLH Lobar, Budi Darmajaya mengatakan  tahun 2020 mendatang pihaknya akan menerapkan perda ini. Hingga saat ini, ujarnya, perda ini belum diterapkan secara tegas, sebab sejak tahun 2017 pihaknya melakukan edukasi masyarakat terkait sampah. Edukasi masyarakat ini diakui tidak mudah dan instan, sebab kesadaran masyarakat sangat sulit.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, seperti halnya di BTN Pemda, warga membuang sampah tidak pada tempatnya. “Tahun depan sudah kita terapkan perda ini. Sanksinya berupa denda Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan,” tegasnya, Selasa, 10 Desember 2019.

Untuk mempersiapkan pemberlakuan perda ini, tahun depan pihaknya membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di 10 kecamatan. Dua di antaranya bantuan pusat, yakni di Gerung dan Batulayar, Delapan unit TPS dipilih lokasi di kecamatan yang volume sampahnya banyak. Ke depan secara bertahap TPST ini akan dibangun menjadi TPS3R. Dengan adanya sarana prasarana ini kata dia lebih memudahkannya melakukan edukasi.  Pihaknya juga berkoordinasi dengan Disperindag terkait penggunaan kresek plastik di semua toko swalayan, ritel modern.

 Pihaknya meminta agar semua toko swalayan dan ritel modern dilarang menggunakan kresesk plastik. Seperti yang diterapkan di Bali sudah tidak menggunakan kresek, namun menggunakan tas.

Selain menerapkan perda ini, pihaknya juga melaksanakan program ke sekolah-sekolah. Pihaknya menyisir sekolah-sekolah untuk diberikan tong sampah 3R, kemudian internal OPD di pemda diberikan juga tong sampah 3R.

 Pihaknya juga sudah mengeluarkan instruksi gerakan zero waste dan memasang plang-plang larangan membuang sampah. “Tahun depan kita akan pasang spanduk-spanduk, baliho untuk mengedukasi masyarakat,”tegas dia.

Sekarang ini, lanjut dia, terdapat 139 titik sampah di wilayah Lobar yang rutin diangkut oleh DLH. Titik sampah ini tersebar di semua kecamatan, termasuk di kawasan Senggigi, Batulayar. Ratusan titik sampah ini di luar TPS ilegal yang jumlahnya cukup banyak di Lobar.

Untuk mengangkut sampah di ratusan titik ini, pihaknya mendapatkan tambahan enam unit armada tahun ini. Armada pengangkut sampah ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dua unit dan empat dari APBD sehingga totalnya enam unit armada. Tambahan armada ini akan ditempatkan di Kediri, Narmada, Batulayar dan Gerung yang memiliki volume sampahnya besar. (her)