Aset Pemkab Lobar di Narmada Diduga Disewakan Oknum

Lahan eks Pasar Tanak Beak Kecamatan Narmada yang diduga disewakan oknum secara diam-diam. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Persoalan aset di Lombok Barat seolah tak ada habisnya. Selain masalah aset di beberapa daerah yang mencuat, kini satu lagi masalah aset di wilayah Narmada. Aset yang berlokasi di eks Pasar Tanak Beak diduga disewakan diam-diam oleh oknum pribadi.  Hal ini pun menuai sorotan masyarakat setempat. Saat ini Lahan tersebut digunakan untuk usaha material.

Wartawan yang meninjau lokasi lahan eks pasar mendapati sejumlah bahan material ditumpuk di lokasi tersebut. Jamaah, salah seorang pekerja di sana mengaku lahan ini memang digunakan untuk menyimpan kerikil, batu, tanah dan material lain. “Biasa orang beli pakai truk ke sini. Saya sih cuma pekerja, kalau untuk urusan sewa menyewa lahan saya tidak tahu,” aku dia kemarin.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Desa Tanak Beak Budiman, Selasa, 10 Desember 2019 mengatakan lahan seluas 7 are tersebut sempat dipertanyakan karena tiba-tiba dijadikan tempat olahan batu kerikil dan material. “Sekarang lahan (aset) ini jadi tempat olahan batu krikil dan material. Padahal, lahan tersebut sebelumnya dijadikan pusat olahraga bersama antara warga Desa Tanak Beak dengan warga Desa Batu Kuta. Mengingat lahan tersebut berada di perbatasan dua desa,” terang dia.

Lahan ini masuk ke wilayah Desa Batu Kuta. Karena setelah ada perluasan, eks Pasar Tanak Beak masuk ke desa setempat. Lahan seluas sekitar tujuh are tersebut belum diketahui pasti siapa yang menyewakannya. Pihaknya sudah menanyakan persoalan aset ini ke BPKAD Lobar. Namun, pihak BPKAD juga mengaku belum mengetahui pasti aset tersebut. Sehingga mereka harus mengecek dokumennya.

Pemerintah Desa Batu Kuta melalui Sekretaris Desa Abdul Muis mengaku pihaknya juga tidak tahu menahu persoalan aset tersebut. Karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan sama sekali kepada pemerintah desa terkait pihak yang menyewa maupun yang menyewakan. Kades Batu Kuta dikatakan Abdul Muis juga sempat menelusuri siapa yang menyewakan aset lahan tersebut.

Namun hasilnya juga belum diketahui secara pasti. “Kasi Trantib dan pihak kecamatan juga sempat turun ke sini. Cuma memang belum diketahui siapa yang menyewakannya,” bebernya. Lahan eks pasar ini rencananya oleh pemerintah Desa Batu Kuta rencananya akan dijadikan Bale Serba Guna. Bahkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan ditata menjadi pasar. Namun entah bagaimana prosesnya, lahan ini justru disewakan oknum yang belum diketahui jelas.

Camat Narmada Baiq Yeni S Ekawati yang dikonfirmasi juga mengaku belum bisa memastikam siapa pihak yang menyewakan lahan tersebut. “Nanti staf saya suruh turun tanyakan,” cetusnya. (her)