Ratusan Kilometer Jalan Penghubung Desa di Lobar Rusak Parah

Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sekotong Timur dengan Desa Mareje Kecamatan Lembar rusak. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) –  Ratusan kilometer jalan poros desa atau jalan penghubung desa di Lombok Barat (Lobar) rusak parah. Kondisinya berupa jalan tanah dan ada yang sudah dilapen, namun sudah rusak berat. Jalan poros desa ini pun sudah dinaikkan statusnya menjadi jalan kabupaten, sehingga mengakibatkan kemantapan jalan kabupaten menurun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar Made Arthadana belum lama ini mengatakan panjang jalan kabupaten eksisting pada 3-4 tahun lalu mencapai 446 kilometer, ll. Kemudian jalan desa sepanjang 478 kilometer. Artinya jalan poros desa yang rusak jauh lebih panjang dibanding jalan kabupaten.

Di satu sisi Pemda bisa masuk menangani jalan desa akibat terbentur kewenangan, sehingga pihaknya pun berupaya mengidentifikasi jalan desa tersebut dan ditemukan jalan poros desa dengan panjang mencapai 183 kilometer.

 Jalan poros desa ini, katanya, bisa naikkan status menjadi kabupaten. Sebab jalan ini di luar jalan kabupaten yang menghubungkan desa dan jalan kabupaten. “Kondisi jalan poros desa ini rusak parah, karena masih dalam bentuk jalan tanah. Paling-paling dilapen, itupun sudah rusak berat semua,” aku Made.

Konsekuensi dari itu pun mempengaruhi tingkat kemantapan jalan di Lobar. Empat tahun lalu, kata dia, kemantapan jalan di Lobar mencapai 68 persen.”Tapi dengan masuknya jalan poros desa, turun kemantapan jalan menjadi 56 persen, karena ada penambahan jalan rusak,” jelas dia.

Selama tiga tahun terakhir didukung pembiayaan, pihaknya mampu membangun dan memelihara jalan sepanjang puluhan kilometer, sehingga kemantapan jalan naik menjadi 62 persen. Ia menambah untuk meningkatkan kemantapan jalan, tahun depan pihaknya akan membangun jalan sepanjang 80 km dengan anggaran sekitar Rp67 miliar lebih. “itu target kita tahun depan,” imbuh dia. (her)