Jembatan Pelangi Kuripan, Spot Selfi Warna-Warni

Salah seorang pengunjung yang berfoto di Jembatan Pelangi Kuripan

Giri Menang (Suara NTB) – Jembatan Pelangi di Desa Kuripan bisa jadi alternatif wisata di wilayah Kota Gerung. Lokasi ini bagus bagi pengunjung yang suka berfoto selfie dengan latar panorama alam dan warna-warni. Jembatan Pelangi ini menghubungkan Dusun Iting dan Dusun Monto di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Vega,  salah satu pengunjung asal Perigi Gerung menuturkan, Jembatan Pelangi cukup unik karena dicat dengan berbagai warna, dan  sangat keren buat foto selfie. “Di tempat ini juga bisa melihat sunset di sore hari untuk mengabadikan momen,” ungkapnya. Meski begitu, perlu ditambahkan fasilitas pendukung lainnya seperti dibuatkan taman, spot foto lainnya, tempat jualan, kamar mandi dan musala.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kuripan, Lalu Okto Muhar Sabdi menuturkan Jembatan Pelangi ini adalah salah satu dari sekian destinasi yang ada. Jembatan Pelangi merupakan salah satu potensi di antara potensi destinasi yang lainnya seperti Gunung Sasak, atraksi seni dan budaya Gendang Beleq dan beberapa tokoh kesenian termasuk pepadu presean.  “Jembatan Pelangi ini merupakan potensi destinasi sehingga pihak desa dan pemuda pokdarwis mempercantik itu dengan mengawali mengubah yang dulunya kumuh tidak dirawat dengan baik, dan kita cat dengan warna-warni sehingga ada ketertarikan,” katanya.

Lanjut Okto, jembatan ini dibangun sekitar tahun 1990-an dengan panjang 200 meter dan lebar 2 meter serta tinggi jembatan sekitar 15 meter. Pembatas tepi jembatan kiri dan kanan dicat berwarna-warni, sehingga jembatan pelangi ini tampak indah untuk dijadikan tempat spot selfie.”Beberapa pengunjung kita setiap hari weekend dari kaum milenial antusias untuk berfoto di spot jembatan ini, bukan hanya pengunjung dari Kuripan saja yang datang tetapi dari kota Mataram,” akunya. Ke depan,  rencananya Jembatan Pelangi ini sebagai jalur pintu masuk akses wisata ke Gunung Sasak. “Khusus Jembatan Pelangi ini sekarang masih progres,  dari pihak desa membantu kita lewat perabatan pintu masuk ke dalam sepanjang 100 meter,” terangnya.

Bulan Desember ini, kata dia, akan mulai digiatkan kembali bersama Pokdarwis untuk memaksimalkan sekitar jembatan untuk dibuatkan mini garden, semacam taman untuk spot selfie yang lain. Dan ke depannya masyarakat bisa berjualan seperti desa wisata lainnya. “Semoga lebih banyak lagi para pemuda dan masyarakat yang peduli untuk sadar wisata dan untuk dikembangkan,” harapnya.

Sementara itu,  Kepala Desa (Kades) Kuripan Hasbi mengatakan Jembatan Pelangi akan aktif kembali di tahun 2020 bersama Pokdarwis dan BUMDes untuk pengelolaan pengembangan potensi wisata jembatan ini. “Mengingat jalan menuju jembatan sudah kita rabatkan tahun ini dengan Dana Desa (DD) sepanjang 200 meter, ke depan tahun 2020 bisa kita manfaatkan dan bangkitkan kembali wisata jembatan ini,” katanya.

Menurut Hasbi, apabila jembatan ini sudah diaktifkan sebagai destinasi wisata di Desa Kuripan tentunya bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa ke depan.  Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan beberapa hal yang dibangun di lokasi jembatan berupa tempat kuliner dan fasilitas yang lainnya. “Pemerintah Desa Kuripan bekerja sama dengan Dinas Koperasi Lombok Barat dalam rangka pembuatan tempat kulinernya, dan kita gabung dengan wisata alam yang ada di Jembatan Sulin perbatasan Lombok Tengah-Lombok Barat. Di sana kita akan buat potensi wisata kolam renang 2000 selain Jembatan Pelangi dan Gunung Sasak,” terangnya. Hasbi menambahkan, untuk rencana pembuatan kolam renang sudah dianggarkan dari desa sebesar Rp 300 juta dan pengembangan wisata Jembatan Pelangi Rp 100 juta di tahun 2020. (her)