Urunan Pakai Uang Pribadi, Pemuda Kuripan Utara “Sulap” Sungai Jadi Wisata Air

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat di Lombok Barat memanfaatkan aneka ragam potensi yang dimiliki untuk menjadi lokasi wisata. Tidak saja potensi alam berupa pemandangan alam, pantai, pegunungan hingga sungai pun disulap menjadi obyek wisata. Dengan kreativitas pemuda di desa mampu menyulap sungai yang tadinya kotor dan kumuh menjadi indah dipandang sehingga menyedot banyak pengunjung. Seperti halnya, sentuhan tangan kreatif para pemuda di Dusun Pesongoran Desa Kuripan Utara yang berhasil menata sungai Pesongoran menjadi salah satu obyek wisata menarik. Oleh warga sekitar, lokasi wisata ini dinamakan wisata Sungai Empel Songor.

Berangkat dari perhatian pemuda setempat terhadap perlunya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Para pemuda prihatin kondisi sungai setempat yang menjadi lokasi pembuangan sampah dan kotoran limbah rumah tangga, menyebabkan air sungai tercemar. Atas kesadaran itu, muncul ide membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah lagi ke sungai. “Makanya sekitar sebulan lalu, sungai kami tata, kami cat warna warni agar masyarakat sadar kebersihan lingkungan, sungai. Dengan tidak membuang sampah ke sungai,”kata Sekdes Kuripan Utara Ahmad Mas’ud,  Minggu,  1 Desember 2019.

Ide ini terbilang manjur. Setelah sungai ditata,  kotoran dan sampah di sungai tidak separah sebelumnya. Meski diakui, belum mampu meningkatkan kesadaran warga secara menyeluruh. Semangat para pemuda pun tak kendor, mereka semakin berpacu setelah salah satu media nasional mengangkat lokasi wisata hasil inovasi mereka. Setelah sungai itu ditata dan dipercantik,  terjadi perubahan dibandingkan sebelum ditata. Khususnya dari sisi pengunjung. Sungai itu mulai ramai pengunjung bahkan mereka tidak saja dari desa setempat namun juga dari luar desa berdatangan ingin melihat sungai tersebut. “Warga dari luar berdatangan karena penasaran seperti apa sungai ini,”imbuh dia.

Dalam sehari kata dia jumlah pengunjung mencspai  50 orang anak-anak khususnya dari kalangan anak-anak. Hanya saja,  saat ini diakuinya, kawasan itu sedang dibenahi. Pihaknya perlu melengkapi sarana prasarana yang belum ada. Untuk pembiayaan penataan sendiri belum masuk APBDes tahun ini. “Bahkan untuk pengecatan kami dilakukan secara swadaya, ada yang kasih dalam bentuk uang dan cat,”ujarnya.

Sejauh ini, belum ada sentuhan dari pemda. Untuk penataan kawasan ini butuh sarana prasarana beronjong sungai untuk menjaga kebersihan dan keasrian sungai. Selain itu,  perlu dibangun jembatan penghubung antar dua dusun Pesogoran dengan Pedek Anyar. Panjang jembatan ini diperkirakan 18 -20 meter  dan lebar 1.5 – 2 meter. “Dan rencaanya jembatan itu sekaligus kami siapkan spot selfie pengunjung kalau sudah terealisasi,”harap dia.

Pihaknya sangat berharap bantuan dari pemda dan BWS agar membantu penataan kawasan ini. Sebab, saat ini warga di wilayah setempat kekurangan tempat untuk rekreasi. Banyak warga sekitar pergi ke daerah seperti Sekotong dan Narmada untuk berwisata. “Setelah wahana wisata alam ini ada, diharapkan menjadi tempat rekreasi masyarakat sekitar,”kata dia.

Terkait penataan dan jembatan,  belum resmi diusulkan ke Pemda. Namun sudah ada respons dari bupati secara lisan setelah melihat berita media. Untuk mendukung pengembangan kawasan ini, kedepan pihaknya perlu membentuk Pokdarwis dan kelompok pecinta sungai. (her)