Antisipasi Banjir, Warga Kuripan Bersihkan Sungai

Warga bersama aparat membersihkan sungai Pesongoran desa Kuripan Utara untuk mencegah banjir. Warga setempat akan menjadikan sungai ini sebagai wahana wisata air. (Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) – Memasuki musim hujan, masyakarat mulai waspada bencana banjir. Untuk mencegah banjir, warga pun bergotongroyong membersihkan saluran dan sungai. Dibantu aparat dari Babinsa dan Babinkamtibmas serta pihak terkait, warga turun menyisir sampah di sungai dan saluran yang bisa menghambat aliran air, seperti dilakukan warga Dusun Pesongoran Desa Kuripan Utara, Minggu, 1 Desember 2019.

Warga bersama Pemdes setempat, Dinas BPBD, Kapolsubsektor Kuripan, Babinsa, Babinkamtibmas turun gorong-gorong membersihkan Sungai Pesongoran yang ada di wilayah setempat. Sungai ini sebelumnya ditata oleh warga setempat menjadi tempat wisata.

Sekdes Kuripan Utara, Ahmad Mas’ud mengatakan kegiatan gotong royong dalam rangka bulan bakti gotong royong tersebut diawali dengan senam sehat lalu dilanjutkan dengan membersihkan sungai melibatkan semua unsur baik dari lembaga desa, karang taruna, desa siaga  KMPP, BKD, kader Posyandu, kesehatan, Puskesmas Kuripan, Danpos Ramil, Kapolpos, TPK, fasilitator BPBD dan Dinas PU.

Tujuan gotong-royong ini untuk pelestarian lingkungan, sebab sungai yang disulap menjadi lokasi wisata air tersebut dipakai juga untuk buang sampah dan air besar. “Dan tujuan besarnya menjadikan sungai ini sebagai kawasan wisata air tahun depan,” jelas dia.  Kebersihan sungai ini harus dijaga. Sebab memasuki hujan kotoran sampah dari drainase warga mengalir ke sungai.

Kasubsektor Kuripan, Ipda Sepiah mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut diawali dengan olahraga bersama berupa senam sehat dan dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan aliran sungai Pengempel yang mengalir dari arah Kumbung menuju aliran sungai Pengempel Pesongaran Kuripan Utara. “Kegiatan gorong-gorong ini untuk mengantisipasi sumbatan sampah yang ada di sungai mengingat sebentar lagi akan datang musim hujan. Warga juga mewarnai tebing sungai dengan cara mengecat dengan berbagai macam warna untuk menjadikan sungai itu sebagai wisata alam,” ujar dia.

Kades Kuripan, Hasbi mengatakan untuk mencegah bencana banjir di wilayahnya pihak pemdes melakukan padat karya. Pihaknya bersama warga, aparat turun membersihkan dan menormalisasi saluran irigasi yang ada di wilayahnya. “Kami sudah bersihkan dan normalisasi saluran itu hampir 800 meter untuk mencegah banjir,” jelas Hasbi. Program padat karya ini dibiayai dari DD sebesar Rp60 juta. Diakui, penanganan saluran ini begitu penting karena wilayahnya rawan banjir ketika hujan. Pihaknya juga sudah mengusulkan program restrorasi sungai di wilayah setempat pada Musrenbang kabupaten. (her)