Penyangga KEK, Kawasan Wisata Buwun Mas Masih “Blank Spot” dan Jalan Rusak

Foto Pemandangan di kawasan wisata Buwun Mas sekotong yang indah namun sayang infrastruktur dasar seperti jalannya rusak dan blank spot (suarantb.com/Humas Lobar)

Giri Menang (Suara NTB) – Kawasan wisata di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat menjadi penyangga KEK Mandalika.  Namun ironis,  infrastruktur dasar seperti jalan di kawasan ini rusak. Kondisi jalan sempit dan berlubang di mana – mana. Selain akses jalan rusak, kawasan ini juga masih blank spot alias tidak ada sinyal telekomunikasi. Hal ini dikeluhkan warga dan wistawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. .

Nuhri,  warga setempat mengaku,  ada 12 dusun yang ada di desa setempat yang mengalami blank spot. Belasan dusun tersebut, di antaranya Dusun Telise, Belongas, Mahuni, Tangin-angin, Selodong, Banteng Kuri, Bunut Kantor, Gudang Gale dan Sauh. “Memprihatinkan sekali daerah kami ini,  kawasan wisata tapi masih blank spot,” keluh dia. Tidak saja warga, wisatawan juga mengeluhkan kondisi ini. Banyak wistawan yang kesasar karena tidak bisa mengakses Internet sebagai petunjuk jalan menuju daerah yang ingin dikunjungi. “Wisatawan kebingungan karena sinyal ndak ada, mau buka internet ndak bisa,” imbuh dia.

Pemandangan di kawasan wisata Buwun Mas Sekotong yang indah.  Tetapi infrastruktur dasar seperti jalan masih  rusak dan daerahvtersebut masih blank spot

Untuk pemerataan kondisi infrastruktur, ia berharap agar Desa Buwun Mas dimekarkan.  Sebab,  ada puluhan dusun di desa itu.  Sehingga memungkinkan untuk dimekarkan. Pantauan koran ini, akses jalan mulai dari Sekotong menuju simpang tiga Buwun Mas berlubang di mana – mana. Padahal,  akses jalan ini termasuk urgen karena sebagai kawasan wisata.

Akses jalan yang terkoneksi  langsung ke jalur lingkar selatan kawasan wisata Mekaki Desa Pelangan tersebut sempit. Akibat sempitnya akses jalan ini,  dikeluhkan warga karena sering berpapasan apabila menggunakan kendaraan roda empat.

Anggota DPRD Libar Dapil II Sekotong – Lembar,  Abdul Majid yang kebetulan tinggal di desa setempat mengakui kondisi blank spot di beberapa wilayah di Desa Buwun Mas. Namun tahun ini, akan dikakukan  pemasangan tower telekomunikasi melalui program Kementerian Kominfo. “Sudah didroping alat tower (BTS),” jelas dia.

Masalah tower ini,  sudah lama diperjuangkan. Bahkan ia sudah membuat surat terbuka kepada Presiden. Ia mengaku masalah sinyal sangat penting dan dibutuhkan di daerahnya karena sangat sulit berkomunikasi dan mendapatkan sinyal internet. “Kami harapkan karena menggunakan satelit, jangkauan nya lebih luas,” ujar dia.

Untuk akses jalan, pelebaran jalan dari Sekotong sampai Buwun Mas dimulai tahun depan. Selain itu,  sudah dibangun jalan sepanjang 1, 8 kilometer dari Monggal menuju Pangsing. Revitalisasi pasar juga akan dilakukan.

Kepala Dinas PUTR Lobar,  I Made Artadhana mengatakan terkait rencana pembangunan jalan  Sekotong – Buwun Mas belum ada kejelasan. Yang jelas,  pihaknya sudah mengusulkan namun belum ada kejelasan pos anggaran . “Kita sudah usulkan pembangunan infrastruktur jalan. Tahun depan belum pasti, karena belum ada pos anggaran,” imbuh dia.  Akses jalan ini, sebagian jalan kabupaten dan provinsi. Untuk program dari APBD, jalan ini belum masuk peringkat I. “Yang masuk peringkat I itu adalah Desa Batu Putih,” ujar dia.  (her)