Pemda Lobar Layangkan Teguran Keras kepada Kontraktor

Proyek Puskesmas Gerung yang tengah dikebut pengerjaannya. Proyek berpotensi molor diatensi pemerintah daerah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melayangkan surat teguran keras kepada sejumlah kontraktor proyek yang pengerjaannya masih rendah. Salah satunya rekanan yang mengerjakan proyek dermaga Senggigi di bawah kendali Dinas Perhubungan dan proyek puskesmas yang ada di Dinas Kesehatan. Proyek di dua OPD ini mendapatkan atensi serius dari tim percepatan pembangunan Pemda Lobar.

Kabag Pembangunan Setda Lobar, Heri Ramadhan, pihaknya tidak ingin, anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah diberikan pusat hangus akibat tidak bisa diserap optimal. “Memang kita kasih perhatian lebih besar terhadap proyek-proyek di beberapa OPD terkait, seperti proyek dermaga dibandingkan proyek yang lain,” tegasnya, Rabu,  6 November 2019.

Pihak Pemda Lobar tidak ingin proyek ini menjadi beban daerah ke depan. Selain itu,  kondisi daerah di pusat juga dianggap kurang bagus, sebab dinilai tak mampu menyerap anggaran pusat.

Menurut dia, sejumlah proyek di beberapa OPD terkait berpotensi molor, namun bukan berarti mangkrak.  Sebab, kata dia, saat ini tengah dalam upaya percepatan pengerjaan di lapangan. Pihak rekanan masih diberikan waktu untuk mengerjakan proyek, hingga akhir  November atau awal Desember. “Masih berproses, kita tunggu sampai akhir November atau awal Desember, kita kasih waktu. Kita sudah berikan peringatan-peringatan keras malah kepada mereka (rekanan red),” tegas Heri.

Peringatan keras ini disampaikan kepada rekanan agar mempercepat pengerjaan proyek di lapangan di masa siswa waktu pengerjaan yang ada. Kalau hingga akhir November deviasi minusnya besar, maka pemda akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Kalau melihat waktu yang ada, sekitar kurang dari dua bulan berdasarkan hitungan teknis masih ada waktu. Rekanan juga kata dia, masih menyanggupi bisa menyelesaikan proyek. “Tapi kesanggupannya ini  bisa kita lihat di awal November, kalau deviasinya besar, iya sudah kami ambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” imbuh dia.

Diakuinya, proyek dermaga Senggigi sedang dalam pengerjaan utama, yakni pemasangan tiang pancang. Rekanan pun diberikan kesempatan untuk melaksanakan pekerjaannya. Pihaknya menargetkan agar dalam waktu dua hari ke depan bisa dipenuhi kaitan dengan pemasangan tiang pancang. Berdasarkan evaluasinya, memasuki pengerjaan utamanya masih belum berprogres. Termasuk proyek sejumah puskesmas dan puskesmas pembantu di Dinas Kesehatan, pengerjaan pasangan dan beton sudah jadi tinggal setting pemasangan atap dan finishing. (her)