Tak Punya BPJS, Seorang Balita di Sesela Alami Gizi Buruk

Suci Istikomah, balita di Desa Sesela Kecamatan Gunungsari yang mengalami gizi buruk dan sedang dalam proses perawatan di RSUD Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Seorang balita bernama Suci Istikomah (3) asal Dusun Kebon Indah Desa Sesela mengalami gizi buruk. Balita ini diketahui dari kalangan keluarga tak mampu ini tak memiliki BPJS, sehingga menjadi kendala pengobatannya.

Saat ini Suci Istikomah tengah ditangani di RSUD Kota Mataram. Sebelum dibawa ke RSUD Kota Mataram, anak ketiga dari tiga bersaudara ini pernah ditangani selama lima hari di Puskesmas Gunungsari.

Idayanti, orang tua Suci menuturkan anaknya mengalami gizi buruk parah baru satu bulan lalu. Ia mengaku anaknya tidak mau makan nasi, sehingga hanya diberikan makan biskuit. Pada awal-awal mengalami sakit, ia membawa anaknya ke puskesmas selama lima hari, namun tidak ada perubahan. “Anak saya mengalami sakit (gizi buruk) sejak sebulan lalu, tapi kendalanya untuk berobat anak saya ndak punya BPJS,” tuturnya, Rabu,  6 November 2019.

Ia mengaku anaknya tidak punya BPJS dan sudah melapor ke aparat desa terkait untuk meminta bantuan fasilitasi pembuatan BPJS. Hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasan. Termasuk kata dia, pihak puskesmas sudah mengetahui kondisi anaknya. Pihaknya terkendala mengobati anaknya ke rumah sakit, karena tidak ada BPJS. Sementara suaminya tukang servis elektronik. “Sekarang kami butuh BPJS karena kalau tidak pakai BPJS berat biayanya,” imbuh dia.

Ketua Forum Kadus Desa Sesela Taufiq mengatakan, pihaknya heran kenapa informasi balita gizi buruk ini tidak cepat dicarikan solusi penanganan. Bahkan pihaknya mendapatkan informasi dari orang luar. Begitu tahu informasi itu, kadus yang juga relawan kemanusiaan Lombok Charity ini langsung membawa balita malang itu ke RSUD Kota Mataram untuk ditangani. “Kendalanya belum ada BPJS, jadi tiga bersaudara belum punya akte juga,” ujar dia. Ia berharap agar pihak kecamatan dan pemda lebih cepat merespon persoalan semacam ini di bawah.

Kepala UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Akmal Rosamali mengakui balita asal Sesela mengalami gizi buruk. Balita ini, ujarnya, bukan kasus baru namun kasus lama. Saat ini, sebetulnya balita ini sedang dalam penanganan pihak puskesmas.  “Memang dia (balita) gizi buruk, ada penyakit ikutan (pneumonia). Pasien ini sering keluar masuk puskesmas,” ujar dia.

Pihak puksemas, tambahnya, sudah maksimal melakukan penanganan.  Namun ada faktor di keluarga yang menjadi kendala, sebab ketika pasien mau dirujuk justru keluarga tidak mau. Pihak keluarga beralasan terkendala biaya.

Menurut dia, balita ini mengalami sakit sejak 2018. Ketika itu balita ini pernah masuk status bawah garis merah (BGM). Pihaknya pun terus memantau kondisinya.  Balita ini juga pernah dirawat pascagempa. Hanya aja persoalannya, tidak mungkin balita ini dipantau 24 jam oleh petugasnya.  Ia mengaku bingung kenapa nama anak ini berubah-ubah. Sebab sebelumnya namanya  Rizka Ramdhani, namun belakangan berubah Suci Istikomah.  (her)