Persoalan Aset, Bupati Lobar Sebut Ada Dugaan Permainan Mafia

Lahan SPAM IKK Remeneng Kecamatan Narmada yang digugat warga.  (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menyebut ada dugaan mafia di balik banyaknya kasus aset di Lobar yang digugat masyarakat. Seperti baru-baru ini sejumlah lahan aset daerah digugat oleh warga. Bahkan lahan yang digugat ini, tempat dibangunnya proyek puskesmas.

Seperti lahan proyek pembangunan puskesmas di Sesela Kecamatan Gunungsari dan lokasi bangunan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Remeneng Kecamatan Narmada yang baru beberapa tahun lalu dibangun. Lahan di SPAM IKK Narmada ini masuk sebagai penyertaan modal dari Pemda ke PDAM.

“Ya orang gugat kita hadapi nanti di pengadilan. Cuma saya sampaikan ke masyarakat kita janganlah suka mengklaim begitu,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Bahkan ia mengingatkan terkait aset ini, ia sudah bersurat ke KPK menyampaikan persoalan gugatan-gugatan masalah aset tersebut. Persoalan ini pun dipantau betul oleh KPK, sehingga kalau ada yang main-main dalam masalah ini harus berhati-hati. Bahkan tidak saja bersurat ke KPK, namun ia menemui pimpinan KPK secara langsung menyampaikan persoalan ini. Pihak pemda pun diminta bersurat secara resmi. “Pemda pun sudah bersurat resmi. Makanya hati-hati saja, karena ini (masalah gugatan aset) sinyalemen dan indikasinya ada mafia, jadi hati-hati,” ujarnya mengingatkan.

Indikasi mafia yang dimaksud bupati, bahwa dalam perkara gugatan aset ada dugaan penyandang dana. Karena itu, ia pun meminta agar semua pihak berhati-hati, termasuk masyarakat. Apalagi, kata dia dalam Agama Islam, ada hadist Rasulullah SAW kalau mengambil tanah sejengkal saja yang bukan haknya, maka itu dunia akhirat akan dipertanggungjawabkan.

“Ahamdulillah, tahun 2018 kita mulai. Kita sertifikatkan 200 persil lebih. Tahun ini karena besar-besar dan rumit, sudah ada lebih 100 persil kita sertifikatkan,” klaimnya, seraya menambahkan, persoalan aset rumit dan jelimet, sehingga butuh waktu untuk penataannya.

Menurutnya, lahan tempat dibangunnya proyek puskesmas yang digugat,sudah tidak ada masalah. Tidak mungkin, kata dia, pemda membangun kalau tidak clear. Hanya saja penggugat ini mencari-cari dan buat-buat sejarah aset itu sebagai bahan untuk menggugat. Seperti kasus SMPN 2 Gunungsari tidak mungkin dibangun pemda tanpa masalah aset ini clear. Apalagi kata dia, sertifikat tanah ini ada di pemda dan ada surat pinjaman dari pemilik lama.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Mahyudin mengaku telah mendapatkan informasi terkait lahan SPAM IKK Narmada digugat. Menurut dia, lahan ini milik pemda yang sudah bersertifikat. Setelah itu diserahkan ke PDAM dalam bentuk penyertaan modal.

Ketika ada orang yang menggugat semua aset yang ada kata dia, pihaknya tidak bisa melarang orang untuk menggugat. Namun yang jelas pihaknya akan mempersiapkan diri menghadapi gugatan itu dengan menyiapkan apa-apa yang dimiliki. “Dasar dan bukti kepemilikan yang kami miliki sah secara undang-undang berupa sertifikat, dan sertifikat itu atas nama pemda,” jelas dia.

Terkait persoalan adanya dugaan mafia pada masaah aset ini, menurut dia apa yang dilakukan berupa penataan memperbaiki administrasi, pencatatan aset sampai dengan legal formal. “Toh ternyata sampai di situ bisa kami capai masih juga ada orang mengaku-mengaku, kita akan ikuti proses itu (gugatan),” tegas dia. (her)