Warga Lobar Khawatir Tumpukan Sampah Picu Penyakit

Sampah menumpuk di pemukiman warga di Desa Rumak akibat tak bisa dibuang ke TPA. Warga khawatir tumpukan sampah ini memicu penyakit.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Lombok Barat mulai mengeluhkan sampah yang menumpuk di mana-mana, lantaran tak bisa dibawa ke TPA Kebon Kongok.  Tumpukan sampah ini berada di jalan raya dan gang-gang perkampungan warga. Akibat tak terangkut, sampah ini pun menimbulkan bau tak sedap. Warga pun khawatir, tumpukan sampah ini akan memicu timbulnya penyakit. Langkah sementara yang dilakukan warga berinsiatif membakar sampah di sekitar lokasi penampungan.

Salah satu daerah terdampak penumpukan sampah lumayan parah, yakni Desa Rumak Kecamatan Kediri. Warga desa yang tak jauh dari lokasi TPA ini sejak tiga hari terakhir terpaksa menampung sampah di lokasi penampungan.

Kepala Desa Rumak Mukarram mengatakan tumpukan sampah di desanya sudah dikeluhkan warga. “Tumpukan sampah ini sudah dikeluhkan warga, karena lokasi pembuangan tidak ada sama sekali, jadi bingung kalau sudah dua-tiga hari tak dibuang, baunya agak keras,” keluhnya, Kamis,  17 Oktober 2019.

Untuk mengurangi tumpukan sampah ini, pihaknya memganjurkan warga agar membakar sampah. sebab jika dibiarkan maka akan semakin parah tumpukan sampahnya. Apalagi, kata dia, tumpukan sampah ini ada di pemukiman warga. Sampah rumah tangga, ditaruh di depan rumah dan gang-gang untuk

memudahkan penangkutan oleh petugas desa. Pihaknya menyiapkan empat armada kendaraan roda tiga untuk pengangkutan sampah. “Masing-masing dusun satu unit roda tiga,” jelas dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, Budi Darmajaya mengatakan pihaknya tengah mencari solusi penanganan tumpukan sampah yang tak bisa dibuang ke TPA. “Kita mencari tempat lain untuk pembuangan sementara, kita dapat dua lokasi alternatif, mudah-mudahan segera bisa terbuang lah,” jelas Budi.

Dua lokasi alternatif ini ada di wilayah Aik Ampat dan Berore.  Pihaknya tengah mencari lokasi-lokasi lain yang bisa menjadi alternatif. Setelah mendapatkan lokasi ini, barulah sampah akan dibuang disana sembari menunggu TPA dibuka lagi. Setelah TPA dibuka lagi, pihaknya akan membuang lagi sampah dari lokasi pembuangan sementara tersebut. Sebab kalau tidak dicarikan lokasi pembuangan sampah sementara, maka sampah akan menumpuk di jalanan.

Sementara itu Kepala UPTD TPA Sampah Regional Provinsi NTB, H. Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan TPA masih ditutup sementara waktu sejak Senin siang. Dampaknya, sampah dari dua daerah tidak bisa dilakukan ke TPA.  Pihaknya sudah menginformasikan kepada dinas terkait di masing-masing daerah agar memaksimalkan mengelola sampah di TPS yang ada. (her)