Warga di Sejumlah Desa Terdampak Asap, Satu Hektar lebih TPA Kebon Kongok Terbakar

Kendaraan sampah yang antre di areal TPA, karena menunggu waktu pembuangan sampah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok yang terletak di Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Lombok Barat hingga kemarin belum bisa dipadamkan. Enam unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dari Lombok Barat dan Kota Mataram ditambah water canon yang dikerahkan belum mampu mengendalikan api yang kian membesar akibat cuaca panas disertai angin. Diperparah bahan yang terbakar berupa sampah plastik sehingga sulit dipadamkan. Akibatnya, sekitar 1,25 hektar lahan TPA tersebut habis terbakar.

Tak itu saja, asap pekat dari kebakaran itu pun masuk hingga ke pemukiman, sehingga menyebabkan warga sulit bernapas. Sejumah desa pun terdampak asap di antaranya Desa Taman Ayu, Kuranji, Perampuan, Karang Bongkot.

Pantauan Suara NTB, Senin, 14 Oktober 2019 asap melambung tinggi dibagian sebelah barat TPA. Titik kebakaran ini berada persis di pinggir jalan menuju salah satu dusun yang berada tak jauh dari lokasi tersebut. Di lokasi ada belasan tim damkar dengan dua unit pemadam, masing-masing dari Lobar dan Kota Mataram berupaya memadamkan kobaran api. Tim Damkar terlihat kesulitan menjangkau titik api, karena lokasi yang terjal dan berada dibagian atas. Petugas juga kesulitan akibat asap memenuhi tempat itu, menyebabkan mereka sulit bernapas. Terlihat asap mengepul terbawa angin ke arah pemukiman warga yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran.

Senah Warga Dusun Pegeleng Desa Kuranji Kecamatan Labuapi yang terpapar asap mengakui kondisi asap pekat yang berasal dari kebakaran TPA tersebut masuk pemukiman warga sekitar Subuh pagi. Warga saat itu kesulitan bernapas dan melihat akibat jarak pandang tertutup asap. ”Warga sulit bernapas karena banyak asap, anak-anak terutama ada yang sesak napas,” tutur dia.

Baca juga:  Dunia Usaha dan Komunitas akan Digandeng untuk Kawal Kebersihan Sungai

Kondisi asap ini kata dia lebih parah dibandingkan Minggu kemarin. Saat ini warga merasa sangat terganggu, karena asap masuk ke dalam rumah. Warga berharap agar kebakaran bisa tertangani. Ia mengaku TPA tersebut kerap kali kebakaran. Akan tetapi kali ini lebih parah, hingga terjadi beberapa hari belum bisa dipadamkan. Menurut dia, kebakaran tidak cepat ditangani, sehingga merembet dan meluas kemana-mana.

Sementara itu, Kadis Damkar Lobar Fauzan Husniadi mengatakan, pihaknya bersama tim Damkar Kota Mataram dibantu aparat tengah berupaya memadamkan kebakaran di TPA tersebut. Semenjak upaya pemadaman dari kemarin (Minggu)  puluhan ribu liter telah dikerahkan ke lokasi, namun belum bisa

juga dipadamkan. Pihaknya sudah 20 kali mengangkut air ke lokasi, ditambah water cannon dari kepolisian BPBD serta Tagana. Ditambah lagi dua unit Damkar dari Kota Mataram.

Kendala memadamkan api ini kata dia, dibagian bawah tumpukan sampah itu masih ada bara ditambah gas metan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut sehingga api sulit dipadamkan. Untuk menetralisir kebakaran ini, pihaknya butuh alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah yang terbakar. “Saya sudah koordinasi dengan Bu Asisten I Provinsi untuk pinjam alat berat,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Rachman Sahnan Putra mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah penanganan terhadap warga yang berada di sekitar lokasi yang terpapar asap akibat kebakaran TPA tersebut. Sejak Minggu malam, timnya bersama puskesmas sudah bergerak membagikan masker kepada warga.

Baca juga:  Mulai Membusuk, Tumpukan Sampah Sejumlah TPS di Kota Mataram Dikeluhkan Warga

Di sisi lain, Kepala UPT TPA Regional Kebon Kongok, Didik Mahmud yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 14 Oktober 2019 pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok diperkirakan belum normal sampai sebulan ke depan. Pascakebakaran di TPA Regional Kebon Kongok, Minggu (13/10), pelayanan akan tetap dilakukan tetapi akan dibatasi waktunya.

Sementara itu, Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan (Dikes) menerjunkan petugas medis kedua desa yang terpapar asap akibat kebakaran TPA Regional Kebon Kongok. Dikes membuat posko di Desa Perampuan dan Desa Kuranji Lombok Barat (Lobar).

Biasanya TPA Regional Kebon Kongok dibuka untuk pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar sampai pukul 20.00 WITA. Tetapi dengan kejadian tersebut, kemungkinan TPA akan dibuka sampai sore hari. Hal itu tergantung pengawas timbunan sampah yang ada di sana. Jika jumlah sampah sudah tak memungkinkan truk untuk bermanuver, maka pembuangan sampah akan disetop. “Kalau hari biasa, terakhir itu sampai jam 10.00 malam. Sekarang kemungkinan sampai sore, tergantung kondisi lapangan,” ucapnya.

Didik mengatakan kebakaran di TPA Kebon Kongok sama seperti lahan gambut. Baranya ada di dalam, sehingga harus benar-benar disiram sumber apinya. “Ndak bisa disiram atasnya saja. Persis seperti lahan gambut, baranya di dalam,” terangnya.

Ia mengatakan pelayanan pembuangan sampah di TPA Regional Kebon Kongok tidak akan bisa normal dalam seminggu atau dua minggu. Ia memperkirakan, pelayanan kemungkinan akan kembali normal setelah sebulan. “Mungkin sampai sebulan juga nggak normal. Kalau memang kondisi alat, sarpras seperti sekarang ini,” katanya. (her/nas)