Destinasi Wisata Gunung Sasak, Negeri Atas Awan di Lobar

Ketua TP PKK Lobar Hj Khairatun Fauzan Khalid bersama kades Kuripan berada di lokasi wisata Gunung Sasak. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Gunung Sasak kecamatan Kuripan telah ditata oleh Pemda Lobar menjadi destinasi wisata.  Kawasan ini pun banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar daerah bahkan luar negeri. Saat ini saja, puluhan siswa Sekolah Penerbangan Surabaya tengah mengadakan kemah di lokasi wisata tersebut. Ke depan,  Gunung Sasak ini diproyeksikan menjadi lokasi wisata pilihan utama bagi warga ibukota kabupaten Lobar. Dimana saat ini tidak ada destinasi wisata di daerah ibu kota tersebut.

Minggu,  13 Oktober 2019, lokasi wisata ini dikunjungi Ketua TP PKK sekaligus istri Bupati Lobar,   Hj.  Khaeratun Fauzan Khalid. Dengan membawa anak dan keluarga,  istri bupati ini menikmati keindahan pemandangan alam dari atas gunung. Karena memiliki pemandangan nan indah dari atas ketinggian.  Ia pun menamakan kawasan ini sebagai “negeri di atas awan.

“Kita bisa nikmati keindahan alam dari atas Gunung Sasak ini, seolah kita berada di negeri atas awan,” Kata Khaeratun.

Menurut dia, kawasan ini sangat potensial dikembangkan menjadi wisata desa.  Karena memiliki beraneka potensi, baik pemandangan alam, kekayaan tanaman dan tumbuhan dan jalur trakking yang dipakai sebagai lintasan sepeda dan motor trail. PKK kata dia,  fokus mendukung program desa wisata yang tengah dikembangkan oleh Pemda. Ia mengaku telah keliling di beberapa desa yang sudah ditetapkan menjadi desa wisata.  Pihaknya mempromosikan kawasan destinasi wisata ini.  “Kami melalui PKK desa membantu pengembangan

desa wisata,” jelas dia.  Pihaknya juga mendorong agar PKK desa agar diberikan ruang untuk ikut berperan aktif dalam pariwisata desa salah satunya dalam pengembangan produk lokal.

Foto ketua PKK Lobar Hj Khairatun Fauzan Khalid bersama keluarga dan jajaran berada lokasi wisata di gunung sasak

Pihaknya mendorong agar kawasan wisata ini benar – benar dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satunya melalui pengembangan kopi yang bisa dinikmati pengunjung. Apalagi ditambah dengan pemandangan alam, sunset dan sunrise yang bisa dinikmati dari atas gunung.

Kades Kuripan Hasbi mengatakan, Gunung Sasak sejauh ini belum diserahkan ke desa.  Karena ada beberapa pengerjaan fasilitas yang tengah dibangun. “Hasil koordinasi kami Pemda, rencananya akan diserahterimakan tahun 2020,” jelas dia.  Kedepan ia akan menjadikan kawasan ini menjadi lokasi wisata pilihan bagi warga kota, dengan melakukan penataan.

Ke depan,  pengelolaan kawasan ini akan diserahkan ke BUMDes dengan Pokdarwis. Pihaknya sudah merencanakan akan membangun wahana kolam renang didanai dari dana desa.  Ditambah lagi tahun ini, akan dilakukan penanaman 100 hektar tanaman kopi di kawasan ini.  Sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik

Pihaknya juga tengah berupaya membuka jalur sepeda dan trail yang nantinya langsung terhubung dengan kawasan wisata Giri Sasak.  Panjang jalur yang akan dibuka sekitar 7 kilometer.  Nantinya jalur ini bisa turun langsung ke Dessa Tempos dan kantor bupati.(her)