Memprihatinkan, Fasilitas Toilet di Kawasan Wisata Senggigi

Kondisi toilet di kawasan gardu pandang  kawasan wisata Senggigi yang berlokasi persis di depan Makam Batulayar sangat buruk dan jorok. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi fasilitas toilet umum di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar) memprihatinkan. Sebagian besar toilet yang tersedia di kawasan wisata potensial itu tak layak. Tidak saja bangunannya rusak, kondisi toilet juga kotor dan bau.

Pantauan Suara NTB, mulai dari kawasan wisata pos pantau di depan makam Batulayar.  Di gardu pandang yang belum lama diperbaiki lantaran rusak akibat gempa, terdapat toilet yang dibangun di bawah bangunan gardu pandang tersebut. Persis di atas tebing, bangunan toilet lengkap dengan beberapa ruangan tempat salat dalam kondisi sudah mulai rusak. Bau pesing menyengat mulai tercium beberapa meter dari toilet yang pintunya terbuka.

Toilet yang berada sebelah tangga sangat kotor. Jamban dipenuhi sampah bercampur  dengan kotoran.  Begitu juga di bak penampungan air, penuh kotoran. Toilet di Pantai Duduk, masih bisa digunakan pengunjung walapun kondisinya darurat. Sebenarnya kondisinya sebenarnya tak layak. Pasalnya, toilet dibangun dari susunan batu bata, berdinding terpal dan sisa-sisa karung. Toilet dibangun tanpa atap.

Di tempat lainnya, masih di kawasan wisata Senggigi. Ada juga toilet yang dibangun pemerintah, namun tak berfungsi karena minim perawatan dan tidak disiapkan sarana pendukung seperti air.  Kondisi ini pun menjadi keluhan  wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata itu. Sebenarnya, sejak lama masalah toilet ini telah menjadi momok di kawasan wisata tersebut.

Baca juga:  Pelabuhan Baru, Paket Tur Kapal Pesiar Belum Terstruktur

Abdul Halik, pengunjung dari Lombok Tengah yang sering ke kawasan Senggigi mengaku kondisi fasilitas umum memang sejak lama dikeluhkan wistawan. Lantaran kondisinya yang buruk.  Pria yang pernah bekerja sebagai guide di kawasan wisata Senggigi ini mengaku prihatin atas kondisi ini. ’’Kondisi saat ini kan belum pulih dari bencana gempa, masih kurang baguslah. Tapi kondisi WC (toilet) yang salah satu dikeluhkan wistawan belum juga

diperhatikan oleh pemerintah,’’ keluhnya.

Menurutnya, buruknya kondisi toilet ini disebabkan tidak adanya perawatan dan pemeliharaan. Fasilitas ini kata dia,  hanya dibangun saja namun tidak dipelihara. Di sini juga kata dia, menyangkut kesadaran masyakarat dan pengunjung yang kurang.

Camat Batulayar, Saharudin yang dikonfirmasi mengakui kondisi toilet di kawasan wisata Senggigi kondisinya buruk. Salah satu  toilet yang tak berfungsi di gardu pandang di depan Makam Batulayar, akibat musim kemarau sehingga tidak ada air. ‘’ Itu karena tidak ada air, karena musim kemarau,’’ jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Parwisata Lobar,  Ispan Junaidi dalam sebuah kesempatan mengatakan dalam pengembangan pariwisata ke depan ada tiga aspek yang harus diperhatikan yakni 3A (Aksesibilitas,  Amenitas, Atraksi).  Aksesibilitas menjadi aspek utama yang harus disiapkan. Akses (jalan) ini katanya,  harus terbangun mulus dan mantap menuju kawasan destinasi.  Jangan coba – coba kata dia, desa membuka kawasan wisata tanpa menyiapkan dulu aksesnya. Sebab wisatawan yang datang ke sana harus menikmati objek wisata dengan akses jalan yang bagus.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

Untuk membangun akses ini kata dia,  ini menjadi tugas Pemda baik oleh Dinas PU dan Dispar.  Kondisi jalan sejauh ini sudah mulus, hanya saja jalan menuju desa yang perlu diperbaiki. ‘’ Jalan yang dibangun oleh Dispar beda dengan Dinas PU. Kalau kami bangun jalan paving blok, kalau Dinas PU bangun jalan hotmix,’’ katanya.

Kemudian  Amenitas kata dia, berkaitan dengan fasilitas pendukung. Seperti tempat parkir, toilet (WC),  kuliner dan lain-lain. Terkait WC  kata dia, di Lobar masih gagal mengelola toilet. Menurut dia, sederhana menilai destinasi, cukup melihat kondisi toilet.  ‘’Kalau kondisi toilet nya tidak bersih, maka destinasinya pasti jorok,’’ujarnya, seraya menambahkan bahwa  ke depan, persoalan toilet menjadi atensinya untuk pembenahan. (her)