Polres Lobar Tetapkan Tersangka Karhutla

Hutan di bukit Giri Menang terbakar beberapa hari lalu. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Polres Lombok Barat (Lobar) mengusut sejumlah kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah itu. Dua kasus yang diusut penyidik telah masuk ke tahap penyidikan dengan menetapkan tersangka.

Di antara kasus yang telah ditetapkan tersangka adalah kasus pembakaran hutan lindung di Dusun Pelan Desa Mareje kecamatan Lembar yang terjadi tanggal 21 Agustus lalu. Selain itu, kasus pembakaran lahan di sekitar PLTU Jeranjang desa Taman Ayu Gerung segera dinaikkan ke penyidikan.

Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi didampingi Kasat Reskrim Priyo Suhartono dan Kasubag Humas Polres bersama jajaran mengatakan, kejadian kebakaran lahan di wilayah Lobar lumayan tinggi. Beberapa waktu terakhir, pihaknya mencatat karhutla terjadi di Wilayah Mareje, Taman Ayu Gerung, Menang Gerung dan Giri Tembesi Gerung. Dalam satu hari kata dia, dua kasus kebakaran terjadi di wilayah Gerung. Tim nya yang tergabung dalam Satgas Karhutla pun terjun langsung membantu pemadaman kebakaran bekerjasama dengan Satgas Karhutla yang lain dari Pemda Lobar.

“Ada dua kasus yang kita sidik yakni pembakaran  hutan lindung yang masuk KPH Rinjani di wilayah Mareje dan kasus pembakaran lahan di PLTU Jeranjang.  Kasus pembakaran hutan lindung Mareje sudah kita tetapkan tersangka, sedangkan di PLTU segera kita tetapkan tersangka,” tegas Kapolres. Pembakaran hutan di Mareje terjadi tanggal 21 agustus malam.  Hutan ini tidak sengaja dibakar oleh warga yang saat itu akan membuat kopi.  Akan tetapi saat merebus air, warga ini meninggalkan tempat itu. Setelah tiba disana, terjadilah kebakaran.

Pihaknya pun terjun langsung memadamkan kebakaran bersama TNI. Pemadaman dilakukan sejak sore hari, namun baru bisa dipadamkan hingga dini hari. Pihaknya kesulitan memadamkan kebakaran, akibat peralatan yang terbatas ditambah kondisi medan yang curam serta minimnya air untuk memadamkan api. “Hutan yang terbakar  seluas 1 hektar.  Untuk kasus pembakaran di Mareje ini sudah kami tetapkan tersangka. Tapi karena menyangkut umur, kita tidak melakukan penahanan,” tegas dia.

Sedangkan untuk kasus kebakaran yang lain di sekitar wilayah PLTU Jeranjang. Pembakaran lahan ini sangat dekat dengan tempat penyimpanan batubara yang dibatasi oleh tembok. Pada saat pembakaran lahan ini, percikan api sempat diterbangkan angin ke tempat penampungan batubara sehingga dikhawatirkan merembet. Kalau tidak segera dipadamkan kata dia, api pasti menjalar ke penampungan batubara tersebut.

Untuk kasus ini, pihaknya akan segera menaikkan penanganannya ke penyidikan. Saat ini kasus ini tengah dalam proses penyidikan. Atas perbuatan para pelaku pembakaran lahan ini terancam disangkakan pasal kelalaian UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Ancaman hukuman penjara 5 tahun. Ia mengimbau agar masyakarat jangan melakukan pembakaran lahan maupun hutan, sebab kondisi saat ini tengah puncak kemarau panjang yang sangat rawan terjadi kebakaran. Untuk penanganan kebakaran ini, pihaknya bersama Pemda sudah membentuk tim Satgas Karhutla yang sudah ditandatangani oleh bupati. (her)