Kunjungan Wisatawan di Sekotong Meningkat

Wisatawan yang berangkat dari Pelabuhan Tembowong ke kawasan wisata Gili di Sekotong. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Sekotong beberapa waktu terakhir ini meningkat hingga 50-70 persen. Peningkatan kunjungan wistawan ini terlihat dari tingkat okupansi penginapan di wilayah setempat pada bulan ini mencapai rata – rata 75 persen. Para wisatawan yang datang berwisata ini didominasi oleh wistawan asing asal negara – negara Eropa, seperti Jerman, Perancis dan Belanda.

Usman Petugas Pelabuhan Tembowong Dishub Lobar, mengakui ada peningkatan jumlah pengunjung berdasarkan data penumpang yang tercatat menyeberang melalui pelabuhan yang baru beroperasi sebulan lalu tersebut. Tamu yang tercatat berangkat melalui Pelabuhan Tembowong mencapai rata-rata 20-30 orang per hari. Terdiri dari wistawan asing 10-15 orang, sedangkan wistawan lokal kunjungannya mencapai 20 orang lebih.

“Jumlah pengunjung yang paling tinggi jelas dia pada hari libur, Sabtu dan Minggu. Kalau hari Sabtu-Minggu lokal mencapai 30 orang per hari, kalau wisatawan asing bisa mencapai 20 orang” jelas dia.

Dibandingkan dengan kondisi setelah gempa, terdapat peningkatan jumlah pengunjung ke wilayah setempat.  Kebanyakan para tamu ini, kata dia, menyeberang ke Gili Gede, Gili Rengit,Gili Layar dan Asahan. Terkait pemberlakuan tiket bagi penumpang jelas dia, untuk sementara belum diberlakukan, karena tiket belum dicetak.  Para tamu yang menyeberang pun langsung berurusan dengan para boatman.  Pihaknya sudah diskusi dan menyerap informasi dari para boatman, di mana sepakati ongkos menyeberang ke Gili hanya Rp 10 ribu per orang.

Pemilik Penginapan Thamarin di Gili Gede, H.  Abu bakar Abdullah mengatakan sejauh ini tingkat okupansi  lumayan tinggi, rata-rata mencapai 75 persen. Saat ini, 17 kamar yang ada di penginapan nya terisi sekitar 12-13 kamar.  Kondisi ini, jelas dia, mulai terlihat sejak bulan Juni, Juli, Agustus  dan diperkirakan sampai pertengahan September. “Para tamu yang Mendominasi dari Eropa, seperti Jerman, Perancis dan Belanda.,” jelas dia.

Sementara itu, Roben wistawan asing asal Jerman mengaku sudah berada di Lombok sembilan hari, beberapa hari dihabiskan di Sengiggi dan Kuta Loteng. “Di sini begitu indah, dan nyaman,” jelas dia.  Menurut dia ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah ke depan yakni menekan penggunaan plastik, terutama di kawasan wisata. (her)