Warga Setujui Pembangunan Rumah Subsidi Sembung Palace

Masyarakat Desa Sembung berkumpul memberikan dukungan pembangunan rumah bersubsidi PT Maulana Raya Lombok. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Lombok Barat menyambut baik pembangunan perumahan subsidi PT Maulana Raya Lombok. Sebab dinilai akan meningkatkan perekonomian, mengurangi angka pengangguran, juga mengurangi kriminalitas. Persetujuan ini ditandai dengan penandatanganan persetujuan oleh aparat desa dan masyarakat.

Sesuai keterangan tertulis yang diperoleh Suara NTB, tiga kepala desa, yakni Desa Sembung, Desa Badrain, dan Desa Merembu telah membuat pernyataan sebagai bentuk dukungannya. Itu sekaligus meluruskan dan membantah kabar yang beredar, bahwa masyarakat Sembung dan desa tetangga menolak kehadiran perumahan bersubsidi itu.

Tokoh Masyarakat Sembung, Basri memastikan warga mendukung kehadiran perumahan tersebut. Bahkan, ia sama sekali tidak pernah mendengar ada penolakan. ’’Masyarakat tidak ada masalah. Hal-hal yang selama ini yang dibilang menolak, saya tidak pernh mendengar. Pemuda juga mendukung, tokoh masyarakat,’’ katanya.

Hal senada diungkapkan Tokoh Agama Sembung, Sarinah BA. Tidak ada penolakan. Kalau pun ada hanya beberapa orang saja. Tetapi, mayoritas warga Sembung menerimanya. ’’Kami harapkan agar pengembang menyediakan tempat ibadah. Itu yang menjadi kehendak masyarakat,’’ pintanya.

Baca juga:  Penanganan RTLH Masih Terbilang Minim

Demikian juga pihak BPD Sembung, kehadiran perumahan itu disambut baik karena berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Plt Kepala Desa Sembung H. Ali Abdul Syahid menegaskan, pemerintah desa sangat mendukung. Kehadiran perumahan itu sangat membantu warga dari segi keamanannya, perekonomian, serta mengurangi angka pengangguran. Ia membantah jika warga di desanya melakukan penolakan atas kehadiran perumahan bersubsidi tersebut.

’’Kami lihat dan amati, tidak ada penolakan seperti kabar selama ini. Di Desa Sembung secara umum tidak ada penolakan,’’ katanya, kemarin (18/7).

Ia mengungkapkan, beberapa hari lalu warga dan pemerintah desa melakukan rapat. Di situ semua yang hadir tidak ada yang menolak dan merasa terganggu dengan kehadiran perumahan tersebut. ’’Kami mendukung sepenuhnya perumahan ini. Kepala dusun mendukung semua,’’ tegasnya.

Selama ini, kata dia, jalur tersebut sangat sepi terutama malam hari. Sehingga rentan terjadi tindak kriminalitas. Dengan adanya perumahan ini, otomatis suasananya akan lebih hidup. ’’Saya yakin desa kita bisa berkembang dengan adanya perumahan ini. Makanya kami keluarkan rekomendasi,’’ ujarnya.

Kades Badrain Romi Purwadi juga merespon positif kehadiran perumahan tersebut. Sebagai desa yang dekat dengan lokasi perumahan, ia merasa terbantu. Apalagi, jalur tersebut rawan dari tindak kriminalitas. ’’Kehadiran perumahan ini bisa mengurangi, karena jalur tersebut nantinya akan ramai. Tidak gelap lagi,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Ikatan Pemuda Peresak Gelar “Peresak Bersholawat”

Di samping itu, masuknya perumahan memiliki efek positif jangka pendek dan jangka panjang. Warga setempat termasuk warga Badrain bisa bekerja di perumahan tersebut. ’’Artinya ada peluang pekerjaan baru. Manfaatnya lebih besar bagi kami. Pertumbuhan ekonomi penduduk juga lebih hidup,’’ tambahnya.

Terpisah, Humas PT Maulana Raya Lombok, Patria Jaka Kusuma mengatakan, tidak ada persoalan dalam pembangunan perumahan. Warga menerima dan mendukung kehadiran perumahan bersubsidi dimaksud. ’’Jadi tidak ada penolakan dari warga,’’ tegasnya.

Terkait informasi yang menyebutkan pembangunan perumahan merusak irigasi, Jaka membantah. Sebaliknya, perusahaan akan membantu memperbaiki irigasi seperti yang dharapkan masyarakat. ’’Begitu pun dengan harapan pembangunan tempat ibadah, kami serap semua dan akan penuhi. Warga setempat yang ambil rumah akan ada keistimewaan. Kami bebaskan uang muka,’’ tegasnya. (ars)