Buka Jalan 5,5 Kilometer, Lobar Tata Kawasan Wisata Gili Gede

Kadis PU PR, Made Artadhana bersama dewan H Abu Bakar dan H Abdul Majid serta camat sekotong saat membahas rencana jalan poros di Gili Gede. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat mulai melakukan penataan kawasan wisata Gili Gede Kecamatan Sekotong. Tahap awal penataan kawasan ini, akan dibuka jalan sepanjang 5,5 kilometer yang menjadi poros di pulau itu. Rencananya pembukaan akses jalan ini akan mulai dikerjakan Pemkab Rabu, 21 Agustus 2019.

Rapat teknis persiapan pengerjaan pembukaan jalan itupun sudah dilangsungkan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, Senin, 19 Agustus 2019. Turut diundang Anggota DPRD Lobar asal Sekotong seperti H Abu Bakar Abdullah, H Abdul Majid untuk menyatukan pendapat. Termasuk kepala dusun dan kepala desa (Kades) setempat.
“Rapat teknis itu untuk mendiskusikan langkah lebih lanjut ke tahapan pelaksanaan penataan Gili Gede dilapangan,” ujar Kepala Dinas PUPR, I Made Arthadana yang ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya panjang pengerjaan pembangunan badan jalan mencapai 5,5 kilometer dengan lebar 6 meter.

Terdiri dari jalan poros yang membelah gili itu. Kemudian jalan yang melingkari pulau itu.“Jalan lingkar itu sudah terbangun sekitar 3-4 km, nah itu yang kita lanjutkan untuk jalan tuntas. Itu kurang lebih 15 Km,” sambungnya.
Diakuinya segala tahapan sosialisasi sudah dilakukan pihaknya. Termasuk mengundang para investor terkait rencana pengembangan kawasan wisata Gili Gede itu. Sebab ditahun 2020 nantinya pihaknya akan melanjutkan pengembangan badan jalan yang dikerjakan tahun ini untuk menjadi jalan permanen.“Rencananya kita mau paving. Tapi bentuk jalan dulu karena itu kan gunung, kita bentuk dulu sakarang (jalan). Untuk talud jalan dan sebaginya kita rencanakan di 2020,” jelas pria bekumis tebal itu.

Pembentukan badan jalan inipun hanya mengadalkan swakelola. Pihaknya hanya mengeluarkan biaya BBM termasuk alat berat untuk membentuk badan jalan. Beberapa warga maupun investor yang lahannya terkena pembentukan badan jalan itupun sudah mau melepasnya secara sukarela.“Ada juga yang sampai sekarang orangnya (investor) belum ketemu. Ini kita sambil jalan sambil konsultasi,” ucapnya.

Sedangkan pengembangan jalan di 2020 pihak sedang menghitung berapa anggaran yang butuhkan. Sebab kemungkinan pengerjaanya akan dikontrakan dengan pihak ketiga.“Sedang kita hitung sekarang. Kalau sudah berbentuk badan jalannya, kita usulkan dianggaran 2020,” imbuhnya.

Ia pun memastikan pengembangan kawasan itu sesuai dengan master plan yang dibuat pihaknya. Tentunya berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait terutama Dinas pariwisata. “Tugas PU membangun jalan. Yaitu jalan akses, poros, lingkar dan jalan penghubung,” pungkasnya. (her)