‘’Groundbreaking’’ Bendungan Meninting Tetap Jalan

Ilustrasi bendungan (pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Rencana groundbreaking pembangunan Bendungan Meninting, Lombok Barat (Lobar) dipastikan akan dilaksanakan Agustus ini. Meskipun persoalan lahan masih belum clear, namun terus dilakukan koordinasi agar segera tuntas.

‘’Itu yang sedang diusahakan (groundbreaking Agustus). Insya Allah bisa (groundbreaking) Agustus ini. Tinggal kita koordinasikan,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, kemarin.

Azhar mengaku, memang mendapatkan laporan mengenai persoalan lahan yang belum clear. Misalnya terkait masalah lahan yang salah ukur dan lainnya. Persoalan ini sedang ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.

‘’Kita harapkan tetap  groundbreaking, ada permasalahan sambil kita selesaikan. Lagi difasilitasi penyelesaiannya,’’ katanya.

Baca juga:  Inspektorat Ingatkan Kontraktor Waduruka

Sebelumnya, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB di dua pekan lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc meminta Pemkab Lombok Barat (Lobar) mempercepat penyelesaian pembebasan lahan Bendungan Meninting. Gubernur berharap groundbreaking pembangunan Bendungan Meninting dapat dilakukan Agustus ini sesuai permintaan Kementerian PUPR.

Gubernur mengatakan, anggaran untuk pembangunan bendungan tersebut sudah ada. Namun pembebasan lahan agak lelet. Ia berharap pembebasan lahan dapat disegerakan. Sehingga permintaan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I yang berharap Agustus ini mulai dilakukan groundbreaking.

Pembangunan Bendungan Meninting akan dilakukan pada lahan seluas 90 hektare di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, dengan pengembangan irigasi seluas 145 hektare hingga ke Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Baca juga:  Gubernur : Jangan Terprovokasi Calo Tanah Proyek Bendungan Meninting

Proyek itu dikerjakan dengan skema multi years, bersumber dari APBN tahun 2018 – 2022. Tahap pertama nilai kontrak Rp 875.249.654.400, nomor kontrak HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/905/2018. Lelang dimenangkan PT. Hutama Karya (Persero) membuat Kesepakatan Operasional (KSO) dengan PT. Bahagia Bangun Nusa. Masa kerja 48 bulan, sejak 31 Desember 2019.

Sementara tahap kedua,  lelang dimenangkan PT. Nindiya Karya (Persero) KSO dengan PT. Sac Nusantara, dengan nilai kontrak Rp 481.334.289.700. Kontrak proyek nomor HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/906/2018, dengan masa kerja 48 bulan sejak 31 Desember 2019. (nas)