Tukar Guling dengan Kantor Agribisnis Lahan LCC, Kantor Distan Lobar Tak Tercatat di Neraca Aset Daerah

Kantor Dinas Pertanian Lobar yang berada di Labuapi ini tidak tercatat di neraca aset daerah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kantor Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat yang berlokasi di Labuapi sampai saat ini belum tercatat di neraca aset daerah. Kantor ini dibangun sebagai penukar (tukar guling) Kantor Agrbinisnis Pertanian yang digusur sebagai lokasi pembangunan Mall Lombok City Center (LCC). Alasan Pemda belum berani mencatat perkantoran ini di neraca, akibat belum ada serah terima ke Pemda. Disamping masalah perantoran ini masuk menjadi salah satu item yang diselidiki kejaksaan tinggi (Kejati) dalam upaya mengungkap kasus LCC.

Asisten I Ilham yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, saat ini persoalan lahan dan kantor Distan di Labuapi maupun di Narmada tengah dalam proses audit investigasi. Pihaknya melakukan audit terhadap dua lokasi kantor ini. Sementara itu,  Kepala Distan H. Muhur Zokhri mengaku belum mengetahui secara pasti jika kantor yang ditempatinya saat ini belum tercatat di neraca aset.

Alasanya, ia tidak mengetahui persis prosesnya, karena saat pembangunannya ia belum menjabat kadis. Lebih jauh kata dia, pihaknya tahun ini membatalkan proyek renovasi kantor tersebut lataran mendapatkan surat dari inspektorat untuk penghentian pengerjaan proyek tersebut. Sebelumnya ia menganggarkan untuk renovasi kantor senilai Rp150 juta. “Proyek itu tidak jadi, karena ditunda (batal) sebab ada surat dari Inspektorat agar jangan diteruskan pengerjaannya,” ujar dia. Pihaknya bersurat ke inspektorat untuk konsultasi masalah ini, sehingga dibalas oleh Inspektorat.

Diketahui, proyek pembangunan kantor Dinas Pertanian Lombok Barat dihentikan menyusul adanya permintaan dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati). Kantor dinas ini berkaitan dengan kasus Lombok City Center (LCC) yang tengah diusut Kejaksaan. Gedung perkantoran senilai Rp3,1 miliar ini dibangun hasil tukar guling dengan gedung agribisnis pertanian yang digusur akibat masuk dalam lahan yang direncanakan untuk lokasi pembangunan hotel dan rumah sakit. (her)