Komisi VI DPR RI Tinjau Pembangunan Pelabuhan Gili Mas

Anggota Komisi VI DPR RI saat meninjau lokasi pembangunan pelabuhan kapal pesiar Gili Mas Lembar Lobar, Selasa (30/7). (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Anggota Komisi VI DPR RI meninjau pembangunan pelabuhan bertaraf internasional di Gili Mas Lembar Lombok Barat (Lobar). Dalam kunjungan ini, anggota DPR RI ini melihat langsung proses pembangunan pelabuhan, selain itu mereka menanyakan progres pembangunan pelabuhan yang bernilai Rp 1,2 triliun tersebut. Hasilnya, progres pembangunan pelabuhan kapal pesiar ini cukup memuaskan. Pasalnya, dari target time schedule yang dibuat oleh pelaksana proyek progres capaiannya jauh lebih tinggi.  Kunjungan anggota DPR RI ini diterima General Manager Pelindo III Lembar Erry Ardianto.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, M. Haekal pada kesempatan ini, mengatakan progress dan kualitas pembangunan cukup meyakinkan dan bagus. Material pembangunan juga dilihatnya kokoh dan progresnya di atas target jadwal yang sudah ditentukan. “Mudahan selesainya lebih awal, lebih cepat untuk menyambut wisatawan guna meningkatkan perekonomian di NTB,” jelas dia.

Menurut dia proyek ini salah satu kunci untuk mensukseskan MotoGP. Setelah meninjau lokasi Pelabuhan Gili Mas ini, pihaknya juga meninjau pembangunan Mandalika untuk melihat persiapannya, sebab waktunya relatif sangat cepat.

Melihat progres pembangunan Gili Mas ini, politisi dari Fraksi Gerindra ini mengaku puas dan pihaknya optimis bisa cepat selesai, sehingga muncullah ide (gagasan) pihaknya selain akses jalan dari Lembar memutar ke Praya Loteng. Menurut dia harus ada juga jalan langsung dari Gili Mas ke Mandalika Loteng melalui Sekotong, sehingga jalannya tidak perlu memutar ke utara menuju ke Praya. ”Jalan dari Gili Mas yang langsung ke Mandalika Praya Loteng, juga perlu dipertimbangkan untuk pelebaran jalannya supaya ada jalan akses langsung ke Mandalika tanpa harus memutar ke utara. Ini akan jadi bahan kami untuk bicarakan ke Pak Gubernur juga,” jelas dia.

Jalan ini, kata dia, dari informasi yang diterima merupakan jalan kabupaten yang kondisinya tidak terlalu lebar hanya 6 meter, sehingga kondisi jalan ini kurang memadai untuk meningkatkan pariwisata ke depan. Akses jalan ini perlu dibangun dan diperlebar, sehingga bisa menjadi jalur alternatif bagi para wistawan kapal pesiar keluar dari Pelabuhan Gili Mas. Selain itu, jika melalui akses jalan ini para wisatawan bisa dimanjakan dengan pemandangan pantai selatan.  Hal ini akan menjadi bahan yang akan disampaikan ke gubernur untuk mempertimbangkannya.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Pelindo III Pusat Joko Nurhuda mengatakan saat ini progres pembangunan Pelabuhan Gili Mas sudah mencapai 92 persen. Capaian ini jauh lebih tinggi 3-4 persen dibandingkan target yang ada dalam time schedule sebesar 89 persen. Atas progres ini pihaknya yakin kapal pesiar perdana nyandar di pelabuhan ini bisa di bulan November-Desember. “Sudah ada 8 kapal pesiar yang sudah menyatakan kesiapan nynadar perdana nanti di Pelabuhan Gili Mas,” jelas dia.

Untuk saat ini pihaknya tengah menyelesaikan dermaga dengan panjang 440 meter. Dermaga ini ditargetkan selesai akhir Oktober, sehingga bisa beroperasi bulan November mendatang. Selain itu, pihaknya mempercepat penyelesaian fasilitas terminal penumpang yang saat ini progresnya baru 28 persen.

Untuk terminal penumpang ditargetkan selesai bulan Februari tahun depan, sehingga dengan adanya terminal penumpang ini semua pelayanan untuk kapal pesiar bisa lengkap terlayani di sini. Barulah tahun depan dilanjutkan dengan pengembangan peti kemas, sebab kapasitas pelayanan peti kemas yang sudah ada saat ini masih mencukupi. Dengan desain pelabuhan memiliki kapasitas besar, mampu menampung kapal cruise terbesar yang datang ke Indonesia dengan ukuran 355 meter. Termasuk kata dia desain umur bangunan hingga 50 tahun ke depan.  Ia berharap dengan fasilitas yang dibangun ini, pelabuhan gili mas bisa menjadi terminal cruise nomor 2 setelah Bali. (her)