Tangani PJU Mati, Pemda Lobar Berencana Berutang

Kondisi jalur LIA yang gelap akibat lampu PJU banyak yang mati.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan strategis seperti di jalur Lombok International Airport (LIA) dan kawasan wisata Senggigi banyak yang mati. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh warga dan wisatawan yang datang berkunjung.

Menyikapi ini, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Lombok Barat (Lobar) tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya anggaran untuk perbaikan dan penggantian lampu jalan tidak ada. Kepala Bidang Pertamanan pada Disperkim Lobar H. Saefullah mengatakan, lampu PJU di jalur LIA sekitar 50 unit lebih mati total, sehingga kondisi jalur LIA pada malam hari gelap. Sedangkan di kawasan Senggigi ada sekitar 35 unit lampu yang mati.

“Iya banyak yang mati di BIL dan kawasan Senggigi, kami berencana berutang untuk mengganti lampu ini karena kami tidak punya anggaran,” akunya, Senin,  29 Juli 2019.

Sejauh ini pihaknya masih mencari pihak yang mau memberikan pinjaman dari rekanan. Saat ini pihaknya tengah bernegosiasi. Pihaknya berencana akan meminjam dana di bawah Rp 200 juta untuk menangani PJU yang banyak mati. Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk penanganan jangka pendek agar lampu PJU di kawasan ini tidak padam dan dikeluhkan. Sebab kata dia, kalau menunggu tahun depan, tentunya sangat lama. Sebab target pemasangan PJU melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) kemungkinan bisa terlaksana bulan Maret tahun 2020.

Diakuinya, pada awalnya ada program pemasangan PJU untuk mendukung revitalisasi Senggigi senilai Rp 1,4 miliar, namun itu dibatalkan, karena khawatir dobel dengan program KPBU. Dana ini juga kata dia bukan untuk lampu PJU, namun jaringan lampu.

Lebih jauh kata dia, persoalan yang dihadapi dalam hal penanganan PJU ini adalah pencurian listrik. Bahkan di kawasan yang kerap padam PJU, seperti di Lembar ada sekitar 500 watt listrik PJU dicuri, sehingga membebani daerah, karena harus membayar Rp 1 juta per bulan. Kondisi ini juga kata dia menyebabkan pembayaran PJU membengkak. Namun pembayaran PJU ini sendiri bisa ditekan dari tahun 2016, pemda nombok Rp 4,9 miliar, tahun ini bisa ditekan menjadi Rp 1.2 miliar, sehingga PPJ pun bisa surplus. (her)