TKW Asal Lobar Korban Penganiayaan Belum Digaji Setahun

Keluarga Sri Wahyuni, TKW yang disiksa majikannya di Arab Saudi saat menemui Kepala Disnaker Lobar, Rusditah di kantornya, Senin,  29 Juli 2019. (Suara NTB/Her)

Giri Menang (Suara NTB) – Keluarga Sri Wahyuni, TKW asal Dusun Serumbung Desa Lembar Kecamatan Lembar yang dianiaya di Arab Saudi mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat (Lobar), Senin,  29 Juli 2019.  Kedatangan keluarga TKW ini untuk melaporkan kasus yang menimpa Sri – sapaan akrab Sri Wahyuni yang saat ini masih ditampung di KBRI Riyadh Arab Saudi. Sebelumnya juga pihaknya keluarga sudah melaporkan kasus itu kepada pihak Polres Lobar. Pihak keluarga mengakui, selama hampir satu tahun Sri belum digaji oleh majikannya.

Kepala Dusun Serumbung Desa Lembar Suhaimi mengatakan, pihaknya bersyukur difasiliasi BP3TKI NTB untuk mencari tahu informasi keberadaan Sri. Sejauh ini pihaknya sudah mendapat informasi dari pihak KBRI yang ada di Riyadh Arab Saudi melalui video call. Menurutnya pihak KBRI sudah merawat Sri yang diketahui disiksa oleh istri majikannya. Pemulangan Sri pun belum dilakukan pihak KBRI lantaran masih mengupayakan hak-haknya seperti gaji selama bekerja di sana dan biaya perawatan.

“Pasalnya Sri belum menerima gaji hingga setahun lamanya. Kini kasusnya pun sudah mendapat penanganan dari kepolisian Arab Saudi. KBRI mau menguruskan dulu, gaji dan biaya perawatannya sama gaji yang belum diterima,”  jelasnya.

Diakuinya, pihak KBRI juga meminta nomor tekong yang melakukan pengiriman kedua setelah tekong yang ada di Lombok. Nantinya keluarga akan kembali menerima informasi pekermbangan kasus itu dari KBRI pada Rabu (31/7) besok. Pihak keluarga hanya berharap Sri bisa segera dipulangkan.“Katanya bulan-bulan ini harus selesai kasusnya. Katanya kalau cepat selesai urusan hak Sri, bisa cepat juga Sri dipulangkan,” ujarnya.

Menanggapi adanya laporan masyarakat itu, Kepala Disnaker Lobar, Rusditah mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, baik dengan pihak Polda NTB maupun KBRI di Arab Saudi.“Laporannya hari ini (dari keluarga) akan tetap diproses berbentuk surat kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, BP3TKI dan ke pusat kita proses laporan ini,” sambungnya.Pihaknya pun akan terus berupaya menangani kasus tersebut. Bahkan ke depan pihaknya sudah menyiapkan langkah agar kasus serupa tidak kembali terulang. (her)