Jaringan Pengedar Narkoba Lintas Kabupaten Ditangkap

Kasat Narkoba Polres Lobar Akmal Novian Reza bersama jajaran saat menggelar barang bukti dan tersangka narkoba, Rabu, 17 Juli 2019. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengungkap sejumlah kasus narkoba melibatkan lima tersangka yang biasa beroperasi di lintas kabupaten, yakni Lombok Barat dan Lombok Tengah. Lima tersangka narkoba ditambah satu orang perempuan diduga teman pelaku juga ikut digelandang dan diamankan ke Mapolres. Dari tangan tersangka ini, berhasil disita 20 gram lebih sabu, uang dan barang bukti lain. Para tersangka pun kini mendekam di tahanan mapolres untuk menjalani proses hukum.

Demikian diungkapkan Kasat Narkoba Iptu Akmal Novian Reza, S.I.K didampingi KBO, Kasubag Humas Polres bersama jajarannya dalam jumpa pers yang di Mapolres Lobar Rabu, 17 Juli 2019.

Pengungkapan kasus pertama dilakukan pihaknya pada hari Jumat tanggal 14 Juni 2019. Berawal dari informasi masyarakat yang diterima anggota Opsnal Satres Narkoba bahwa akan ada transaksi narkotika. Selanjutnya pihaknya melakukan pembuntutan terhadap kendaraan yang ditumpangi terduga pelaku sesuai dengan infomasi yang telah dikantongi.

Kemudian anggota menghadang kendaraan tersebut di sekitar lokasi jalan raya Pusuk. Anggota meminta dua orang laki-laki yang ada di dalam kendaraan keluar. Setelah dilakukan penggeledahan, anggota menemukan narkoba jenis sabu. Pelaku M (31) pun diamankan berikut barang bukti sabu seberat 3,52 gram. “Setelah kami lakukan uji laboratorium, hasilnya positif narkoba jenis sabu,”jelas dia.

Lalu pengungkapan kedua, hari Kamis lalu pihaknya menciduk pelaku inisial H di sebuah kos-kosan dengan 3,38 gram. Penangkapan  pelaku juga berbekal informasi dari masyarakat. Selang empat hari kemudian, persisnya Senin, 8 Juli 2019 pihaknya kembali menangkap tersangka M di Dasan Baru Desa Ubung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

Dari pelaku M ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 12,87 gram dan sudah dilakukan uji laboratorium terhadap BB tersebut. Penangkapan M yang berlangsung sekitar pukul 14.30 tersebut, berawal dari pengembangan pelaku lain inisial J dengan barang bukti berupa sabu seberat 5,16 gram dan sebagian BB nya sudah disisipkan guna keperluan uji laboratorium.

Peran kedua pelaku ini, kata dia, merupakan pengedar. Sedangkan untuk pelaku perempuan inisial S merupakan rekan pelaku lain. Dia berperan menemani pelaku M sebagai pemakai sabu.

Dari hasil introgasi pihaknya pelaku pengedar J menjual sabu ke wilayah Loteng dan wilayah Kediri Lobar dengan sasaran masyarakat umum. Para pelaku ini kata dia berbeda jaringan, ada di wilayah Lobar dan Loteng. Salah satu pelaku inisial M termasuk residivis. Atas perbuatan para pelaku ini diancam pasal 112, 114, 127, dan 132 dengan ancaman hukuman 5 untuk terduga pemakai dan pengedar serta kurir di atas 20 tahun kurungan. (her)