Wisata Bukit Bintang Tiga Rasa Sajikan Perpaduan Panorama Alam

panorama alam pegunungan dan Lembah di lokasi wisata Bukit bintang tiga rasa bisa dinikmati dari atas spot selfie

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat punya Bukit Bintang Tiga Rasa yang menarik untuk dikunjungi di akhir pekan. Ada beragam spot selfie yang unik dan kekinian di sana.
Pemandangan alam Bukit Bintang Tiga Rasa ini tak hanya memiliki panorama alam dengan kesejukan yang ditawarkan, kawasan ini juga memiliki perpaduan antara perbukitan dan lembah.

Wisata Bukit Bintang Tiga Rasa yang terletak di Dusun Songoran, Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Menuju wisata ini dari Kota Mataram, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara untuk tiba di destinasi ini. Akses jalan menuju lokasi wisata ini mulus. “Populer dengan sebutan Tiga Rasa, karena dari bukit ini kita bisa melihat tiga pemandangan menarik di arah Barat, Timur, dan Selatan,” kata Kepala Desa Gelangsar, Abdul Rahman. Dari ketinggian bukit yang mencapai sekitar 600 mdpl ini. Letaknya pun sangat strategis untuk menyaksikan indahnya Kota Mataram. Demikian juga dengan kawasan Lombok Barat, khususnya Pantai Senggigi di bagian utara hingga ke Pantai Sekotong bagian selatan. Sementara di arah Timur, kawasan pantai berpasir putih di Lombok Tengah akan terlihat dari atas Bukit Bintang Tiga Rasa.

Itu sebabnya, masyarakat mulai menamai kawasan wisata ini dengan nama Bukit Bintang Tiga Rasa.”Desa Gelangsar dengan banyaknya view-view yang bagus tentu jika dikembangkan akan menjadi Desa Wisata yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga membuka lapangan pekerjaan,” kata Kades Abdul Rahman.

Para pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata di Desa Gelangsar membangun juga beberapa gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai.Menurut Abdul Rahman, saat ini Bukit Bintang Tiga Rasa mulai ramai dikunjungi pengunjung, setelah diviralkan oleh pengunjung melalui jejaring media sosial (mensos) beberapa bulan lalu. Pariwisata menurutnya, mulai membawa berkah bagi masyarakat Desa Gelangsar.Masyarakat di Desa yang terkenal sebagai produsen gula aren ini, bisa berkreasi menjual beragam minuman berbahan air nira atau tuak manis, dan juga memasarkan produk gula aren mereka ke pengunjung yang datang.”Alhamdulillah sudah mulai banyak yang berkunjung baik wisatawan lokal maupun wisatawan domestik, bahkan sudah ada juga turis mancanegara yang datang ke Bukit Bintang Tiga Rasa ini,” kata Rahman.

Disini para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan dari atas bukit dan lembah hijau tampak indah yang memukau cukup dengan membayar biaya masuk 5 ribu untuk satu orang pengunjung. Mella salah satu pengunjung asal Bug-bug Lingsar menuturkan Bukit Bintang Tiga Rasa Desa Gelangsar tempatnya cukup indah, dan keren buat foto selfie. “Keren Mas tempatnya sangat asri, spot-spot selfienya beragam tentunya pas dibuat foto selfie top deh hasilnya,” ungkapnya.

Meski baru satu kali mengunjungi lokasi ini, namun ia mengaku betah ingin berlama-lama menikmati segarnya dan indahnya pemandangan alam yang ada.
“Saya datang ke sini untuk selfi mengabadikan moment. Karena sudah tersedia beberapa spot selfie yang dilengkapi dengan gardu lepas pandang di Bukit Bintang Tiga Rasa ini. Hampir semua gardu lepas pandang terbuat dari kayu dan bambu. Desainnya, unik-unik, ada yang berbentuk anjungan kapal laut, rumah pohon, hingga ikon kasmaran berbentuk hati,” aku mella saat di temui di lokasi wisata.

Sementara itu Muhad, selaku staf Desa Gelangsar dan juga Koordinator Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Dusun Songoran mengaku, berkat banyaknya pengunjung atau wisatawan yang sering datang di bukit ini, kelompok pemuda yang ada di dusun ini sengaja membangun sejumah gardu lepas pandang.Gardu dibuat dengan berbagai bentuk dan penampilan yang menarik.
“Biar wisatawan lebih tertarik untuk berkunjung, juga agar mereka lebih leluasa menyaksikan panorama alam hijau terbuka yang ada di sekitar,”ujarnya.

Menurut Muhad, awalnya Bukit Bintang Tiga Rasa merupakan sebuah lokasi bersepeda gunung.”Kemudian kelompok pemuda desa melakukan kerja sama dengan pemerintah desa (Pemdes) dalam membangun lokasi ini menjadi sebuah obyek wisata alam,” akunya.
Dalam memperkuat pembangunan wisata tersebut, akhirnya kelompok pemuda desa membentuk Pokdarwis pada 2018 lalu.

Muhad mengatakan, Pemerintah Desa Gelangsar tetap berusaha mengeluarkan anggaran atau dana dari desa.Pada tahun 2019 ini Pemdes Gelangsar mengeluarkan anggaran untuk pembangunan wisata alam Bukit Bintang Tiga Rasa, termasuk biaya pembangunan gardu-gardu lepas pandang yang ada di atas bukit ini.”Namun, sistem pengelolaannya tetap diserahkan kepada kelompok pemuda,” katanya. Selain panorama yang indah dan ketinggian yang menantang, di Bukit Bintang Tiga Rasa juga sudah tersedia lapak pedagang kuliner yang menyediakan kebutuhan makan dan minum bagi para pengunjung.Lahan parkir yang cukup luas, dengan keamanan yang terjamin. (her)