Korban Gempa Pertanyakan Realisasi Bantuan Jadup

Kades Gontoran Salihin bersama korban gempa mempertanyakan bantuan jadup yang belum cair. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Korban gempa di Desa Gontoran Kecamatan Lingsar mempertanyakan bantuan jaminan hidup (jadup) di desa setempat. Pasalnya sampai saat ini belum ada kabar kapan dana ini bisa direalisasikan. Sementara di desa lain seperti Gunungsari sudah bisa mencairkan jadup tersebut.

 “Sudah lama sekali belum cair-cair, desa lain sudah. Tapi kami kok belum,” tanya Kepala Desa Gontoran Salihin, Kamis, 4 Juli 2019.

 Pendataan, sudah dilakukan setelah gempa tahun lalu, namun sampai saat ini bantuan ini belum juga ada kabarnya kapan bisa cair. Sementara ia bersama warga lain sangat butuh dana ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih-lebih di desa ini didominasi warga kurang mampu. Menurutnya, total rumah warganya yang rusak sebanyak 300-400 unit, terdiri dari rusak berat sebanyak 138 unit, rusak sedang 137 unit dan ringan 75 unit. Jumlah ini belum ditambah yang masuk data perubahan. Di desanya kata dia hampir semua warga sudah memperoleh bantuan.

 Tim, kata dia, sudah lama turun melakukan pendataan namun belum ada informasi kapan pencairan dana ini sampai sekarang. Menurut dia warganya sangat memerlukan jadup ini. Pihaknya sudah mempertanyakan bantuan ini ke Dinas, namun diminta menunggu.

Kepala Dinas Sosial Hj Made Ambaryati mengatakan sejauh ini pihaknya tengah melakukan verifikasi dan validasi (verivali) data 71 ribu lebih penerima bantuan jadup. Deadline pengusulan jadup ini mengacu pada masa transisi yang berakhir tanggal 25 Agustus mendatang seperti halnya pencairan dana siap pakai (DSP) dari BNPB. “Jika pada tenggat waktu hingga bulan Agustus penerima jadup ini belum juga semua diusulkan, maka dana bantuan ini terancam ditarik pusat,” jelas dia.

Pihaknya akan berupaya mempercepat proses verivali penerima jadup ini, paling lambat sebelum bulan Agustus data penerima bantuan ini sudah clear. Pihak perbankan juga siap membantu mem-back up. Untuk mempercepat proses verivali ini di lapangan pihaknya sudah menyiapkan data penerima bantuan dengan mengacu pada SK Bupati nomor 1 sampai dengan 136.  Pihaknya mengecek penerima bantuan yang ada dalam SK tersebut dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dan desa untuk memverifikasi data SK penerima bantuan yang sudah ada.

Para Kades kata dia mengumpulkan dokumen korban gempa seperti KTP dan KK untuk persiapan penyaluran bantuan jadup, sehingga kata dia gampang ketika proses verivali nantinya. (her)