5.651 Korban Gempa di Lobar Belum Tersentuh Pembangunan RTG

Danrem 162/WB Ahmad Rizal Ramdhani bersama Bupati Lobar H. Fauzan Khalid tiba di Bencingah Kantor Bupati Lobar, Kamis,  27 Juni 2019. (Suara NTB/humas Lobar)

Giri Menang (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Barat (Lobar) termasuk tiga kabupaten tercepat menyelesaikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstuksi akibat gempa. Bahkan secara umum, progres penanganan gempa di NTB sangat baik. Di Lobar dari 13.942 rumah rusak berat. Ada 1.579 rumah yang sudah selesai dibangun dan 6.712 rumah yang masih dalam proses pengerjaan. Sedangkan  5.651 rumah yang masih belum tersentuh.

“Kenapa kok bisa cepat? progresnya juga bagus, ditanyakan oleh pusat. Bahkan dari BNPB juga sudah menurunkan tim untuk membuat pokja, bagaimana proses percepatan rehab/rekon di NTB berjalan baik. Dan ini akan menjadikan suatu protap bagaiamana penanganan gempa atau rehab/rekon di Indonesia ke depannya,” ungkap Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani di hadapan ratusan fasilitator, aplikator, dan pokmas se-Lobar, Kamis,  27 Juni 2019.

Menurutnya, saat gempa di Yogyakarta jumlah kerusakan sekitar empat puluh ribuan, tapi selesai 3,5 tahun. Sementara di NTB, jumlah rumah yang rusak, sekitar 220 ribu lebih. ‘’Kita bekerja lima bulan, sekarang progres kita sudah 119 ribu rumah. Ini suatu prestasi karena kerjasama kita semua. Dan saya harap kita lebih semangat supaya lebih banyak rumah yang lebih cepat jadi,”  lanjutnya menambahkan.

Pertemuan yang digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang evaluasi rehab/rekon di wilayah Lobar. Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, Dandim 1606/Lobar Letkol CZI Joko Rahmanto, para tokoh agama dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Danrem juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati H. Fauzan Khalid yang memberikan tambahan dana rumah tidak layak huni (RTLH).

Sementara itu, Bupati H. Fauzan Khalid meminta seluruh pihak, mulai dari pemda, TNI/Polri, fasilitator, aplikator, pokmas, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kordinasi dan kebersamaan. Menurutnya, hambatan yang ada tidak akan terasa berat jika kebersamaan ada. Bupati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk jajaran TNI/Polri atas kerja kerasnya membantu penanganan gempa di NTB, khususnya di Lobar.

“Hambatan banyak. Tapi saya yakin tidak ada hambatan yang berat kalau kebersamaan itu ada. Di instansi pemerintah kita terus bersama-sama. Aplikator juga bersama-sama menjalankan tugas sesuai aturan teknis. Demikian juga anggota pokmas, tidak boleh saling menyalahkan. Proses penanganan gempa kalau tanpa keterlibatan TNI, mungkin bisa sampai 10 tahun tidak selesai. Kita ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan TNI,”  katanya.

Di Lobar, ujarnya, data rumah rusak berat sebelum dilakukan validasi kembali tercatat sebanyak 13.942 rumah. Ada 1.579 rumah yang sudah selesai, dan 6.712 rumah yang masih dalam proses pengerjaan, dan 5.651 rumah yang masih belum tersentuh. Kemudian, dari 12.668 rumah rusak sedang, ada 2.764 rumah yang sudah selesai dikerjakan, kemudian 9.401 rumah yang sedang dalam tahap pengerjaan, dan 503 rumah belum dikerjakan sama sekali. Sedangkan untuk rumah rusak ringan, ada 13.220 rumah yang belum tersentuh sama sekali. (her)