Olah Sampah, Desa Senteluk Butuh TPS3R

Tumpukan sampah di kawasan wisata Senteluk Kecamatan Batulayar yang dibersihkan oleh pemerintah desa bersama warga. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Penanganan sampah di kawasan wisata Senggigi Kecamatan Batulayar harus menjadi perhatian pemerintah daerah, pasalnya sejauh ini sampah di kawasan tersebut belum maksimal akibat belum adanya tempat pembuangan sampah (TPS). Akibat belum adanya TPS warga pun membuang sampah sembarangan sehingga kerap menjadi keluhan wisatawan. Untuk menangani sampah di kawasan wisata ini, pihak desa sangat membutuhkan tempat pengelahan sampah seperti TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle).

Seperti halnya di Desa Senteluk. Sebagai salah satu kawasan wisata yang tengah tenar (booming) menyusul pengembangan destinasi wisata Tanjung Bias, sangat membutuhkan TPS3R sebagai tempat pengolahan sampah.  “Kami sangat butuh itu (TPS3R), untuk menangani sampah di kawasan wisata ini,” kata Kepala Desa Senteluk Fuad Abdurrahman, Kamis,  27 Juni 2019.

Dalam hal ini, pihaknya tengah menunggu kepastian realisasi TPS3R di daerahnya.  Sebab tahun 2018 lalu, tim dari provinsi dan satker sudah turun untuk meninjau lokasi rencana pembangunan TPS3R di desanya.  Tim ini didampingi unsur Pemda Lobar, turun melakukan pengukuran lahan dan membuat video menggunakan drone. Tidak saja turun ke lokasi, namun tim ini juga sudah melakukan tahapan sosialisasi kepada desa dan warga. Menurut dia, terkait lahan sendiri tidak ada masalah karena sudah ada lahan milik pemda yang bisa dipakai. “Kalau lahan ada tanah milik pemda yang bisa dipakai, itu yang ditinjau dan diukur, kami berharap agar segera direalisasikan TPS3R tersebut,” jelas dia.

Pihaknya terus berkomunikasi dengan OPD di pemda untuk menanyakan kepastian TPS3R ini. Pihaknya sudah menyampaikan juga ke Bappeda.

Menurut dia TPS3R ini begitu penting dibangun di daerah setempat sebab kondisi sampah yang begitu pelik. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat yang terbatas tentang kebersihan. Karena itu kata dia pihak desa perlu mengambil tindakan untuk mengurangi persoalan sampah ini. Kemungkinan sampah ini tidak bisa ditangani 100 persen dalam jangka waktu 1-2 tahun, namun paling tidak dengan TPS3R ini bisa mengurangi. (her)