Tempat Singgah Kapal Pesiar, Sampah Berserakan di Pintu Masuk Pelabunan Lembar

Sampah berserakan di  tugu selamat datang Pelabuhan Lembar, padahal pelabuhan ini merupakan pintu masuk NTB dari laut, termasuk tempat singgah kapal pesiar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelabunan Lembar menjadi tempat singgah kapal pesiar yang datang dari berbagai negara. Tempat vital ini hampir setiap bulan disinggahi kapal bermuatan hingga ribuan wistawan asing. Namun ironis, pemandangan di kawasan pelabunan ini dikotori oleh sampah yang berserakan persis di pintu masuk tugu selamat datang Pelabuhan Lembar.

Pantauan Suara NTB, Minggu,  23 Juni 2019, misalnya. Di pintu masuk sebelah kanan jalan sampah yang diisi dalam plastik terlihat menumpuk di lahan kosong persis di bawah baliho yang dipasang di lokasi itu. Lokasi ini menjadi TPS, karena hampir tiap hari ada saja sampah yang menumpuk di sana. Tak jauh dari lokasi itu ada tugu selamat datang yang kondisinya juga tak terurus. Semak belukar memenuhi lokasi ini, karena tak pernah dibersihkan, bahkan semak menjalar hingga ke tugu selamat datang tersebut, sehingga begitu mengganggu pemandangan. Di sebelah kiri dan kanan tugu ini terpasang reklame yang berisi iklan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan sebuah ikan rokok.

Kepala Desa Lembar Selatan, H Benny Basuki mengatakan sampah di tugu selamat datang Pelabunan Lembar menjadi persoalan sebab menganggu pemandangan pengunjung baik yang dari dan menuju Lembar. Pengangkutan sampah ini, jelas dia, dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu, sehingga kerap kali terjadi penumpukan. “Pengangkutannya dilakukan oleh dinas selama 2-3 kali dalam seminggu, tapi tetap saja ada sampahnya karena warga membuang di sana,” jelas dia.

Kedepan ia mengusulkan agar lokasi pembuangan sampah itu dialihkan saja ke lokasi lain yang jauh dari jalur utama. Pihaknya sudah bernegosiasi dengan pemilik lahan, namun belum ada kesepakatan sejauh ini. Terkait penanganan sampah dari pihak desa sendiri belum cair dari dana desa, sehingga pihak desa belum bisa membantu penanganannya. Khusus mendukung penanganan sampah pihaknya telah mengalokasikan puluhan juta rupiah dari DD.

Dikonfirmasi terkait kondisi sampah di lokasi vital ini, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lobar, H Suhaili mengatakan bahwa tempat pembuangan sampah lokasi ini termasuk liar, sebab warga membuang sembarangan sampah di sana. “Itu (TPS) liar karena warga buang sampah sembarangan disana, kalau di sana tidak ada TPSnya,” kata Suhaili.

Karena TPS liar pihaknya tidak bisa memantau dan mengurus secara intens. Khusus TPS yang ada di depan SMP dan polres, ada jadwal pengangkutannya. Hampir setiap hari, sampah ini diangkut.

Untuk penanganan sampah di wilayah Lembar belum ada TPS tetap yang representatif, sehingga ke depan perlu dipikirkan untuk penyiapan TPS yang memadai agar tidak mengganggu para pengunjung yang datang melalui Pelabuhan Lembar. Sebab jalur ini ramai setiap hari dilalui oleh pengendara, baik oleh wisatawan maupun warga lokal. “Kita siapkan armada untuk mengangkut sampah di sana,”jelas dia. (her)