Jalan Rusak Hambat Pengembangan Pariwisata Sekotong

Berlubang, akses jalan di kawasan wisata Desa Batu putih Kecamatan Sekotong ini rusak parah sehingga dikeluhkan wisatawan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Ruas jalan rusak menjadi salah satu penghambat pengembangan kawasan parwisata Sekotong bagian barat seperti halnya Desa Pelangan dan Batu Putih. Kondisinya rusak parah, berlubang, dan jalannya sempit. Jalan rusak ini pun dikeluhkan wisatawan.

Menurut Yongki, wisatawan asal Mataram, kondisi jalan di kawasan wisata ini begitu tak layak dan tak pantas. Artinya jalan ini tak layak ada di kawasan wisata yang seharusnya memiliki akses dasar baik jalan, air dan listrik yang memadai. Ia mengeluh melalui akses jalan tersebut lantaran kondisinya yang berlubang di mana-mana.

”Kok jalan di daerah wisata kondisinya begini, bagaimana mau betah wisatawan kalau begini. Seharusnya diprioritaskan untuk diperbaiki,” jelas pemuda lajang ini.

Menurut dia, pemandangan alam di kawasan Sekotong, mulai dari pesisir pantai Sekotong Barat lalu ke kawasan Pelangan hingga daerah paling ujung Lobar yakni Desa Buwun Mas. Yang paling parah di desa Batu Putih, kondisi jalanya berlubang dan sempit.

Kepala Desa Batu Putih, Fajrin Nur mengakui kondisi jalan telah lama dikeluhkan oleh warganya dan wisatawan yang berkunjung. Pasalnya, akses jalan sepanjang belasan kilometer di wilayah setempat baik berstatus jalan kabupaten dan desa rusak parah. Kondisi ini menganggu pelayanan publik baik di sektor ksehatan, pendidikan di wilayah itu.

Di samping itu, akibat ruas jalan rusak ini mengganggu akses perekomian warga setempat. “Jalan yang berstatus jalan kabupaten di wilayahnya hampir semua rusak. Mulai dari simpang tiga Desa pelangan hingga wilayahnya terdapat panjang jalan 7 kilometer yang merupakan jalur utama rusak parah,” jelas dia.

Ditambah lagi akses jalan menuju lokasi wisata Bangko-bangko sepanjang 2 kilometer juga rusak parah. “Ruas  jalan di wilayah kami rusak parah, jalan kabupaten rusak parah, begitu pula jalan desa kondisinya tak kalah rusak parah,” kata Fajrin. Jalan desa hampir di semua dusun di desanya belum tersentuh.

Kepala Dinas PUPR Lobar, I Made Arthadana mengatakan, terkait jalan di Desa Batu Putih masuk perigkat I untuk dikerjakan tahun 2020. ”Jalan ini masuk rangking I untuk kita kerjakan tahun 2020,” jelas Made. Jalan ini masuk kabupaten sehingga kewenangan untuk perbaikan ada di pemkab.

Terkait panjang jalan yang dibangun tahun depan ia mengaku tidak hapal persisnya. Yang jelas kata dia, diupayaka agar bisa tuntas dikerjakan.  Dalam penyiapan fasilitas dan infrastuktur di kawasan ini, kedepan akan dirancang dengan OPD terkait agar bisa terintegrasi sehingga semua sektor bisa masuk baik pariwisata, pertanian dan sektor lain. (her)