Imbas Tiket Mahal, Pengamanan Mudik Dikonsentrasikan di Pelabuhan dan Terminal

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat memimpin rapat Forkopimda di ruang kerjanya. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) –  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Pengamanan yang dilakukan akan menyasar tempat-tempat ramai, seperti pelabuhan, masjid, terminal, pasar, tempat hiburan, pantai dan jalan raya. Pihak TNI dan polres mewaspadai dampak dari mahalnya harga tiket mengakibatkan penumpang beralih ke arus transportasi penyeberangan pelabuhan dan darat. Terkait itulah pihak aparat mengkonsentrasikan pengamanan di titik-titik tersebut.

“Dari Kodim Lombok Barat, pasukan pengamanan yang akan disebar sekitar 143 orang personel,” terang Dandim 1606/Lobar Letkol CZI Djoko Rahmanto dalam rapat pimpinan Forkopimda yang dipimpin Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di Kantor Bupati Lombok Barat belum lama ini.

Djoko memprediksi, imbas dari mahalnya haga tiket pesawat tahun ini mengakibatkan masyarakat yang mudik pulang kampung kebanyakan menggunakan kapal laut. Untuk itu pengamanan akan lebih dikonsentrasikan di Pelabuhan Lembar dan terminal bus. Selebihnya akan dilakukan patroli jalan raya di kawasan perbatasan LIA.

Pihaknya bersama personel Polres Lombok Barat juga akan mendirikan sejumlah pos pengamanan di beberapa titik di wilayah Senggigi. Hal itu untuk mengantisipasi saat kegiatan Lebaran Topat. Pos pengamanan lainnya akan didirikan di Giri Menang Square (GMS), Narmada, Lembar, Pantai Elak-Elak Sekotong, Pantai Endok, Pantai Cemara, Pantai Duduk, Pantai Kerandangan, Pantai Kuranji, Suranadi, serta sejumlah titik yang dinilai rawan.“Inilah titik-titik yang perlu diwaspadai. Terutama pengamanan wisatawan dalam rangka Lebaran Topat di Senggigi,” sebut Djoko.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi dalam paparannya menyampaikan, ada empat pola kegiatan pengamanan yang akan dilakukan pihaknya. Kegiatan tersebut meliputi Operasi Ketupat 2019, pengamanan malam takbiran, pengamanan Salat Ied dan pengamanan Lebaran Topat.”Tahun ini pengamanan lebih spesial karena dibarengi dengan pengamanan Pemilu, sehingga energi kita banyak terkuras. Sebagian besar anggota kita melakuan pengamanan Pemilu, kantor dan gudang KPU,” jelas Heri.

Heri juga menyinggung masalah tempat parkir yang kemungkinan lebih berpotensi menimbulkan keributan. Menurutnya, masalah tempat parkir sering menjadi awal keributan warga. Mereka berselisih masalah lahan parkir. Hal ini mendapat tanggapan dari Dinas Perhubungan yang sepakat untuk menertibkan masalah parkir, LLAJ serta ketertiban penumpang.

Di tempat yang sama, terkait stabilitasi harga dan ketersediaan bahan pokok, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Agus Gunawan mengemukakan, setiap hari-hari besar merupakan situasi musiman, sehingga permintaan pasar dipastikan meningkat.”Alhamdulillah, secara umum ketersediaan bahan pangan seperti beras, minyak ini cukup untuk tiga bulan ke depan. Stok kita banyak sekali,” kata Agus di hadapan bupati, Ketua DPRD, anggota Forkopimda, Asisten, Camat serta sejumlah perwakilan OPD terkait. (her)