Dikeluhkan, Ruas Jalan Kawasan Wisata Senggigi Gelap Gulita

Foto jalur kawasan Senggigi gelap karena banyak lampu PJU mati dan belum dipasankan lampu. Kondisi ini dikeluhkan wistawan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Wisatawan mengeluhkan ruas jalan Senggigi hingga perbatasan Kabupaten Lombok Utara yang gelap gulita pada malam hari. Di jalur ini Penerangan Jalan Umum (PJU) mati dan ada juga yang belum dipasang PJU. Padahal Senggigi merupakan etalase Pemkab Lombok Barat menjual pariwisata yang nyaman dan aman. Kondisi gelap ini dikhawatirkan terjadi aksi kejahatan. Karena itulah masalah PJU di kawasan Senggigi ini jadi prioritas pemda untuk ditangani.

“Minimnya PJU di sepanjang jalan raya Senggigi, dari Desa Batulayar hingga Senggigi, menjadi keluhan pengguna jalan termasuk wisatawan, Kata Kepala Desa Batulayar Muhammad Taufiq. Ia mengaku, tidak semua PJU di kawasan Senggigi hidup, sebagian katanya mati. Sebagian jguga belum dipasangkan PJU.

Menurutnya, sangat tidak etis kalau akses pariwisata tidak terang benderang. Paling tidak, lanjutnya, terdapat PJU dari gapura perbatasan dengan Kota Mataram hingga KLU. Selama ini, keluhan masyarakat terkait tidak ada lampu penetang menyebabkan potensi kecelakaan lalu lintas. Bila penerangan minim, cahaya lampu kendaraan dari arah berlawanan kerap membuat silau kendaraan di depannya.

Hal senada disampaikan Kades Senggigi, Muhammad Ilham mengaku sering meminta kabupaten untuk memfasilitasi sarana PJU di akses pariwisata. Tapi tidak mendapat respon positif. Jalan raya Senggigi tidak semuanya diterangi PJU.“Usulan kami tidak direspon,”akunya. Puhaknya sudah bersurat resmi hingga menelepon pihak pemda untuk menyampaikan persoalan ini, namun tak direspin.

Baca juga:  Warisan Budaya Luar Biasa adalah Aset Pariwisata

Sejauh ini apa yang diusulkan desa, tidak pernah terealisasi, hal ini menyebabkan ia jemu meminta pemkab untuk menyediakan PJU di jalan raya Senggigi. Menurut Ilham, minimnya penerangan jalan menimbulkan efek tidak bagus kepada wisatawan. Terlebih lagi banyak wisatawan yang tetap wira-wiri ketika malam hari.”lampu penerang ini seharusnya menjadi fasilitas yang harus diutamakan,” tukasnya.

Warga Senggigi, Mastur mengatakan Senggigi sebagai kawasan wisata dunia sebenarnya tidak layak menjadi lokasi wisata karena kondisi infrastukturnya. Daerah ini hanya menyetor PAD ke daerah, namun justru kondisi infrastuktur tidak diperhatikan.

“Diluar saja megah, tapi coba masuk ke dalam (dusun) di Senggigi kondisi jalannya semua rusak parah,”terang Ketua Karang Taruna Senggigi ini.

Menurutnya, banyaknya lampu PJU yang mati sepanjang jalur Sheraton hingga Mangsit sekitar lima kilometer menambah buramnya kondisi infrastruktur di daerah itu. Warga setempat sendiri berharap ada perlakuan khusus dari Pemda karena sebagai daerah penghasil PAD terbesar di Lobar.

Karena tidak adanya dana khusus dari Pemda untuk membiayai itu, maka hal ini mendasari warga Senggigi mengusulkan Perdes pungutan hotel yang diambil dari CSR sekitar 10 persen. Karena, sejauh ini CSR hotel tidak disetor ke Desa namun tidak jelas kemana. Terkait Perdes ini sendiri sudah dikoordinasikan dengan Pemda, “Namun tidak direspon, kami mau bagaimana lagi,”tukasnya.

Menanggapi hal ini Bupati H Fauzan Khalid mengatakan, terkait penanganan PJU khusus di kawasan Senggigi sudah ada. Namun pihaknya ingin berfikir lebih jauh, tidak hanya Senggigi, sehingga pihaknya pun membuat terobosan dengan kerjasama dengan pihak ketiga. Saat ini tengah berjalan kerjasama tersebut, dimana akan dipasang 15 ribu lampu di seluruh lobar.

Baca juga:  Labuan Jambu Teluk Saleh, Titik Labuh Baru yang Membuat Yachter Terkesan

“Bulan Agustus sudah kita mulai eksekusi, kita sudah jalan,”jelas dia. Terkait kerjasama pemasangan PJU ini pun sudah disampaikan ke Bappenas dan mendukung program ini.Pemda kata dia tidak bisa parsial dalam melaksakana program, hal ini yang kurang dipahami oleh masyarakat. “Begitu turun, warga beranggapan bisa langsung cepat dikerjakan,”jelas dia.

Pihaknya menegaskan PJU di kawasan Senggigi masuk prioritasnya pada program kerjasama pemasangan 15 titik PJU nanti. Bahkan kata dia, tim sudah melakukan survey titik lampu PJU yang dibutuhkan di Senggigi. Ia menambahkan saat ini posisi PJU di Lobar mencapai 7.500 titik, namun dari jumlah ini diperkirakan yang menyala 50 persen. “Terobosan yang kami lakukan nanti itu  ada 15 ribu titik lampu dipasang se lobar dengan investasi Rp 80-90 miliar,”jelas dia.

Pihaknya mencari terobosan kerjasama karena kalau dianggarkan melalui APBD dana sebesar itu maka akan jadi sorotan ditengah kondisi viskal. Disamping itu untuk efesiensi sebab bisa dipangkas biaya PJU yang saat ini mencapai Rp 18 miliar, namun jika dikerjasamakan bisa ditekan menjadi Rp 11 miliar. Artinya ada surplus 7 miliar yang menjadi PPJ. (her)