Pejabat Terkotak-kotak Jelang Seleksi Sekda, Begini Tanggapan Bupati Lobar

Bupati Lobar,  H.  Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menjawab sinyalemen pejabat Lobar yang terkotak-kotak jelang seleksi jabatan sekda ini. Menurut orang nomor 1 di Lobar ini menegaskan tak akan memilih jika ada pejabat yang membuat situasi mengkotak-kotakkan pejabat baik yang berasal dari Lobar maupun dari luar Lobar. Pihaknya belum terlalu jauh terkait seleksi sekda ini, ketika tiba waktunya pembukaan seleksi jabatan sekda, maka pihaknya akan mengumumkan secara terbuka.

Ditemui usai  Salat Zuhur berjamaah di Masjid Pemda, Selasa,  14 Mei 2019, bupati menegaskan, soal jabatan Sekda tidak pernah berpikir.  Ia mengaku dalam penentuan siapa sekda nantinya sangat sederhana, ketika saatnya nanti pihaknya akan mengumumkan bahwa jabatan sekda akan kosong dan akan diisi. ‘’Bagi pejabat yang berminat disilakan untuk mendaftar melalui tim pansel. Tim pansel ini nanti yang akan menyeleksi para pejabat,’’ ujarnya.

Setelah selesai melakukan seleksi, tim pansel mengusulkan tiga nama yang memiliki peringkat I, II dan III. Pihaknya akan memilih dari tiga orang ini, dari sisi peraturan ia boleh memilih siapapun di antara tiga nama ini. Namun biasanya dirinya memilih yang peringkat I tanpa memandang orangnya dari mana mau Lobar maupun luar Lobar. “Mana yang terkotak-kotak orang (pejabat red), kalau dia timbulkan konflik atau mengkotak-kotakkan semakin saya ndak pilih dia kalau dia mau daftar jadi sekda,” tegas dia.

Menurut dia yang dipilih nanti sebagai sekda salah satunya pejabat yang mampu menyatukan birokrat. Justru kalau ada yang membuat konflik dan kotak-kotak, dengan sendirinya ia membuatkan dirinya lubang untuk tidak dipilih.

Terkait adanya dewan yang menolak sekda saat ini menjadi ketua pansel, menurut dia ketua pansel ini diangkat oleh dirinya. “Suruh orang yang ndak setuju itu yang angkat, biar yang diangkat itu yang disetujui,”jelas dia. Namun demikian kata dia, hal ini akan menjadi bahan masukan kepada dirinya.

Ia mengaku memiliki analisa dalam memilih siapa nanti yang akan menjadi sekda, pihaknya yang berwenang memutuskan siapa sekda, dia yang berwenang mengangkat pansel.

Sebelumnya, Sekda H. Moch. Taufiq mengatakan, pansel sekda belum namun ditargetkan pada bulan Juli-Agustus. Sebab pihaknya ingin menyelesaikan mutasi tahap I, barulah ke pansel untuk jabatan kepala OPD lowong, setelah itu ke jabatan sekda. (her)