Lamban Ditangani, Akses Jalan Pakuan Putus Total

Jalan akses Desa Pakuan yang putus total akibat lamban ditangani. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan penghubung di Desa Pakuan Kecamatan Narmada putus total, lantaran tak kunjung diperbaiki. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bertanggung jawab kebingungan dalam pembiayaan, sebab jika ditangani melalui tanggap darurat dinilai tak mencukupi untuk membangun permanen. Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kewalahan dalam hal pembiayaan, sebab slot anggaran yang belum ada.

Anggota DPRD Lobar H. Ahmad Zaenuri mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan Desa Pakuan yang tak kunjung diperbaiki, sehingga putus total. Selaku banggar, pihaknya memberikan solusi untuk memperbaiki menggunakan dana tak terduga. Setelah dihitung, diperkirakan dana yang diperlukan mencapai Rp 350 juta. Anggaran ini, kata diam boleh dipakai, sebab berada di dana tak terduga yang bersifat bisa dipakai kapanpun selama musibah terjadi.Menurut dia untuk pencairan dana ini hanya butuh SK Bupati.

Nantinya di lokasi itu dipasangkan beronjong, baru dipasangkan batu permanen, sehingga pengerjaan dilakukan permanen tidak setengah-setengah. Lokasi pemasangan beronjong ini akan mundur 20 meter ke belakang bagian kiri jalan. Bentuk beronjong ini adalah terasiring dari pondasi paling bawah.Menurut dia, jalan ini kerap kali longsor, karena sistem pengerjaannya hanya sebatas darurat saja dan tidak pernah permanen “Selama ini kan hanya darurat saja penanganannya, ndak pernah permanen,” jelas dia.

Hanya saja, setelah dikonfirmasi ke BPBD pihak terkait menyerahkan ke Dinas PU PR. Sebab kalau ditangani di BPBD hanya bisa dibiayai melalui dana darurat dan dinilai kurang maksinal. Jika ditangani melalui Dinas PUPR, bisa secara permanen, namun butuh dana besar.

Kepala Dinas PUPR Made Arthadana yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih perlu mencari sumber pembiayaan terkait penanganan jalan Pakuan. “Kita cari sumber anggarannya,” jelas dia.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib mengatakan mengaku sudah mengkoordinasikan perbaikan jalan itu dengan Dinas PUPR Lobar.Sebab perlu adanya penanganan teknis untuk jalan tersebut.mengingat kontur jalan itu tanah berpasir. “Apapun yang kita kerjakan untuk perbaikan selalu rusak kondisinya, nah kondisi itu perlu penanganan teknis oleh Dinas PU,” ungkapnya.

Terkait untuk pengunaan dana tidak terduga, Najib menilai perbaikan yang dilakukan hanya penanganan sementara, berupa pembuatan beronjong sampai nanti penanganan khusus oleh Dinas PUPR Lobar agar pembuatan jalan bisa ditinggikan. (her)