Hari Ini Dilantik Gubernur, Zaitun Usung Visi-Misi Lombok Barat Mantap

H. Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun

Giri Menang (Suara NTB) – Selasa, 22 April 2019 ini, hari bersejarah bagi masyarakat Lombok Barat (Lobar). Hari ini, pemimpin daerah bermotto “Patut Patuh Patju” ini dilantik oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.M.Sc di Mataram.  Adalah H Fauzan Khalid bersama pasangannya Hj. Sumiatun (Zaitun) yang menjadi pemenang Pilkada 2018 lalu menorehkan sejarah baru kabupaten yang berusia 61 tahun ini. Pasangan dengan akronim Zaitun ini menjadi Bupati dan Wakil Bupati pertama di Lobar dari keterwakilan gender. Zaitun menawarkan gagasan untuk membawa Lombok Barat Mantap di tahun 2024.

Mantap ini sendiri adalah janji politik yang memberikan gagasan-gagasan cemerlang untuk Kabupaten Lombok Barat di 5 tahun mendatang. Amanah, Sejahtera, dan Berprestasi (yang disingkat menjadi Mantap) tidak hanya akan menjadi semangat Zaitun dalam memimpin daerahnya. Namun diharapkan menjadi energi kebersamaan, baik bersama DPRD, perangkat daerah, Forum Komunikasi  Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan terutama bersama seluruh masyarakat Lombok Barat.

Dalam mewujudkan Lombok Barat Mantap itu, semangat yang Zaitun tawarkan adalah energi positif bernama  ‘’SOPOQ ANGEN’’ dalam membangun Lombok Barat. Dua kata yang relevan dengan Dwi Tunggal itu bukan semata-mata mengabsahkan pluralitas yang indah di Lombok Barat sebagai modal pembangunan. Namun menjadikannya “menyatu” secara homogenik sebagai spirit pembangunan.

Kebersamaan yang melarut (homogeni) itu, menurut Fauzan Khalid harus diimplementasikan dalam semangat yang sinergis,  integraf, dan komplementaris antara satu Perangkat Daerah dengan Perangkat Daerah lainnya, antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Desa, antara pemerintah selaku eksekutif dengan DPRD sebagai legislatif, dan terutama antara pemerintah dengan segenap masyarakat Lombok Barat. Terutama seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh muda, dan tokoh dengan kualifikasi jenis atau profesi lainnya.   Seluruhnya saling bersinergi, seluruhnya saling memasuki, dan seluruhnya saling melengkapi satu dengan lainnya. Dengan semangat “Sopoq Angen Membangun Lombok Barat “, Fauzan-Sumiatun berkeyakinan mampu menghadirkan Lombok Barat yang Amanah, Sejahtera, dan Berprestasi.

Amanah adalah keteladanan yang harus menjadi citra dan aura dalam reformasi birokrasi melalui e-governance dengan mengutamakan penegakan hukum. Sejahtera di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan didorong oleh penyediaan infrastruktur yang akan memperkuat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta peningkatan kualitas dan akses bagi pelayanan publik. Berprestasi adalah hasil (ouput) dan dampak (outcome) dari pembangunan dan pemerintahan yang menjunjung efektivitas dan keterukurannya secara nasional.  Sopoq Angen Membangun Lombok Barat. Dirgahayu Lombok Barat ke-61. Selamat atas Pelankan H.

Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Periode 2019-2024.

Fauzan memaparkan konsep Mantap yang diusungnya, “AMANAH” jelas Fauzan mengikuti sifat Rasulullah SAW yang empat, yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Fauzan mengambil point “Amanah” sebagai sifat utama yang harus ia kedepankan untuk diimplementasikan oleh seluruh warga masyarakat Lombok Barat. Seluruh sifat Rasulullah, Muhammad SAW memiliki nilai kebaikan yang sangat tinggi dan universal bagi seluruh umat manusia, namun dalam konteks kepemimpinan yang tereksternalisasi menjadi sebuah kebijakan, Fauzan memberikan penekanan khusus kepada sifat Amanah sebagai komitmennya terhadap reformasi birokrasi. Secara spesifik, Amanah sebagai semangat utama mereformasi birokrasi menurut visi Fauzan agar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki birokrasi yang profesional dan melayani dengan berbasis transparansi, akuntabilitas yang efisien, dan memiliki integritas.

Visi yang kedua yakni “Sejahera’’.  Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setidaknya ada beberapa poin yang ingin dijadikan visi dan dituangkan dalam misi Lombok Barat 2024. Hal-hal tersebut adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, membuat pariwisata sebagai destinasi utama nasional dan internasional sebagai penggerak ekonomi masyarak. Meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan yang berkeadilan dan menciptakan sebanyak-banyaknya lapangan usaha yang akan menyerap tenaga kerja. Fauzan meyakini bahwa hal-hal yang ingin dicapainya adalah berdasarkan ukuran UNDP dan kondisi terkini sebagai existing condition yang menjadi dasar pijak target yang ingin dicapainya untuk mensejahterakan masyarakat Lombok Barat.  Dari sisi aspek rkonomi, hal utama yang menjadi ukuran kesejahteraan adalah menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya pendapatan, dan minimnya angka pengangguran. Ke tiga sub komposit ini saling terkait satu dengan lainnya sebagai gambaran tentang “tingkat” kesejahteraan masyarakat.

Fauzan Khalid berharap bahwa penurunan angka kemiskinan semakin signifikan di setiap tahunnya. Dengan berdasarkan pada kondisi terkini dan data-data statstis yang mencakup angka tingkat kedalaman kemiskinan dan tingkat keparahan kemiskinan, maka secara moderat menurut sumber dari Badan Pusat Statistik, sesungguhnya penurunan persentase kemiskinan hanya bisa mencapai antara 0,5% sampai 0,8% setiap tahun. Artinya, sampai tahun 2024 nanti, pemerintah kabupaten menurutnya, hanya bisa optimis menurunkan angka kemiskinan antara 3% sampai 4,8% di tahun 2024 nanti.

Terakhir visi yang diusung psangan Zaitun adalah “Beprestasi”. Dalam banyak kesempatan, Fauzan selalu menyampaikan gagasannya tentang kondisi Lombok Barat di tahun-tahun mendatang yang harus jauh lebih baik dari kondisi saat ini. ‘’Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Namun hari esok harus lebih baik dari hari ini,’’ harapnya. (her)