Kesulitan Tembus Medan Berat, KPU Terkendala Penyimpanan Logistik di Daerah Terdampak Bencana Gempa

Pendistribusian logistik pemilu ke daerah pegunungan di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – KPU Lombok Barat sampai H-1 pelaksanaan pemilu belum menuntaskan pendistribusian logistik ke TPS.  Sejauh ini baru mencapai 90 persen logistik ada di TPS.  Pihak KPU  menuai kendala pendistribusian ke daerah terdampak bencana di empat kecamatan.  Akibat kantor desa di wilayah ini rata – rata rusak,  sehingga tidak ada tempat penyimpanan logistik. Menesiasati itu, pihak KPU pun menyimpan logistik di TPS. Kalau cuaca memburuk, barulah logistik dievakuasi ke rumah warga terdekat dengan TPS.

Selain kendala di daerah bencana, pengiriman logistik ke daerah pegunungan seperti di daerah Mareje Kecamatan Lembar. Kendaraan truk pengangkut logistik macet di tengah jalan sehingga terpaksa logistik diangkut menggunakan sepeda motor. Ketua KPU Lobar Bambang Karyono mengatakan pendistribusian logistik mencapai 90 persen sudah sampai ke TPS.

“Hanya saja kendala di daerah terdampak gempa kami kesulitan penyimpanan logistik karena kantor desa rusak.  Terpaksa kita taruh di TPS nanti ketika cuaca memburuk kita pindah ke rumah warga terdekat,”kata Bambang.

Pengiriman logistik ini jelas dia, masih proses untuk wilayah lembar.  Namun demikian dipastikan nanti malam (Selasa malam)  semua logistik ada di semua TPS.

Pengiriman logistik juga kata dia sempat terkendala akibat kendaraan tak mampu menembus Medan berat. Seperti pengiriman ke desa mareje kecamatan Lembar. “Truknya off di tengah perjalanan, terpaksa pakai motor pengangkutannya,” jelas dia.

Lebih jauh kata dia  Pendistribusian dimulai sejak Sabtu lalu dan terakhir Senin,  15 April 2019, pengiriman logistik sudah rampung 10 kecamatan.  KPU Lobar sendiri memprioritaskan pendistribusian logistik ke daerah rawan,  seperti Gili Gede dan daerah pegunungan.  Selama proses pendistribusian ini KPU menemukan kendala cuaca, sehingga sempat menghentikan sementara pendistribusian. Sejumlah kotak suara pun rusak terkena rembesan dari Air hujan.

Lebih jauh kata dia, lokasi yang rawan pengiriman logistik butuh perlakuan khusus karena lokasinya yang jauh. Selain itu, ada lokasi TPS yang di daerah pegunungan pengangkutan logistik menggunakan armada roda empat. Bahkan menggunakan roda dua,  karena sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Selama proses pendistribusian jelas dia,  ada gangguan yang dialami yakni kotak suara rusak terkena air di wilayah Batulayar. Kotak suara ini terkena rembesan air hujan akibat kondisi gedung Kantor yang rusak akibat gempa. “Tapi sudah diganti,” jelas dia.

Selain itu kata dia, faktor hujan pengiriman logistik terkendala cuaca hujan. Sehingga pengiriman logistik ke Desa Kedaro Sekotong sempat dihentikan lalu dialihkan ke kecamatan lain.  Pihaknya juga terkendala armada,  awalnya jumlah armada truk pengangkut sebanyak 8 unit ditambah menjadi 15 unit. Sehingga kata dia pendistribusian ke wilayah Kedaro pun bisa dilaksanakan.

Dijelaskan pengiriman logistik ke 2. 200 TPS dipastikan rampung. Sehingga gudang penyimpanan logistik kosong. Tinggal yang tersisa kata dia, surat suara pengangganti dan PSU. Ia memastikan hari ini (kemarin)  semua logistik dikirim ke PPK selanjutnya besok (hari ini) logistik sudah ada di KPPS untuk didistribusi ke TPS masing-masing. (her)