Warga Eyat Mayang Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak 

Warga Desa Eyat Mayang Kecamatan Lembar menanam pohon di jalan rusak. Aksi ini bentuk protes warga  pada pemerintah. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Desa Eyat Mayang Kecamatan Lembar Lombok Barat (Lobar) menanam pohon pisang di jalan rusak di daerah setempat. Aksi ini buntut dari kekecewaan warga, akibat akses jalan sepanjang 2 kilometer tak kunjung disentuh pembangunan oleh pemerintah. Padahal sejak 2017 lalu, pembangunan jalan ini sudah diusulkan oleh desa setempat, hanya saja pada saat musrenbang 2018 dan 2019 tidak masuk prioritas. Padahal usulan ini telah masuk rencana pemda untuk dibangun tahun 2019. Warga berharap pemda segera membangun akses jalan tersebut, pasalnya jalan itu begitu vital bagi warga.

Zaenudin, perwakilan warga setempat mengatakan aksi ini bentuk protes warga terhadap pemerintah yang tak kunjung membangun jalan di wilayah setempat. Warga sudah  lama dijanjikan akan dibangun akses jalan. Namun, sejak 2010 silam sampai sekarang tak ada realisasinya. Akses jalan ini tak pernah disentuh pembangunan oleh pemerintah baik oleh desa dan pemda.

Bagi warga setempat, jalan ini sangat vital sebab menjadi akses utama warga. Akibat kondisi jalan rusak, semua kegiatan warga terganggu, seperti pengangkutan hasil panen dan perdagangan. Selain itu, anak-anak yang ke sekolah terganggu dan warga yang mau ke puskesmas berobat serta melahirkan.

Kepala Desa Eyat Mayang H. Rubai membenarkan aksi warganya yang menanam pohon di jalan rusak tersebut. Ia sendiri mendukung langkah warganya tersebut, sebab sudah jelas hasil musrenbang tahun 2018 bahwa akses jalan ini akan dibangun hotmik ke wilayah Ubal Hair Desa Eyat Mayang hingga ke Dusun Sambik Rempek Desa Labuan Tereng. “Kami usulkan sejak tahun 2017, lalu tahun 2019 ini rencananya masuk tapi pas musrenbang kabupaten justru tidak masuk. Padhal ini jalan kabupaten,” tegas dia.  Akses jalan ini sendiri memiliki panjang 2 kilometer menghubungkan antara dua desa melintasi dua dusun yakni Dusun Ubal Hair dan Dusun Sambik Rempek.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid menanggapi adanya aksi warga di sejumlah tempat yang menanam pohon di jalan rusak. Menurut dia, pembangunan jalan rusak ini terkendala anggaran tidak ada. “Uang ini tidak ada,” kata dia. Menurut pemda serba salah, sebab kondisi fiskal terbatas. Menurut dia, kalau masuk pririotas pembangunan dalam musrenbang, maka akan dibangun. (her)