Awal Tahun, Lima Kapal Pesiar Sudah Singgah di Lembar

Wisatawan yang turun dari kapal pesiar disambut musik dan tarian tradisional gendang beleq di Pelabuhan Lembar, Jumat,  15 Maret 2029.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Di awal tahun ini, sebanyak lima kapal pesiar tiba di Lombok melalui Pelabuhan Lembar. Lima kapal dari berbagai negara ini di antaranya MV. Star Legend, MV Aidavita, MV Star Legend, MV Aidavita dan terakhir kapal pesiar MV. Sun Princess singgah di Lembar, Jumat,  15 Maret 2019. Kapal pesiar mewah yang langsung datang dari Pelabuhan Darwin, Australia ini membawa wisatawan sebanyak 2.191 orang dengan jumlah kru kapal 855 orang. Itu artinya, total wisatawan yang diangkut lima kapal pesiar ini mencapai 9.234 wisatawan.

General Manager Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto ditemui di sela-sela menyambut kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Pelindo III mengatakan, tahun ini ditargetkan kunjungan kapal pesiar ke Lombok melalui pelabuhan Lembar sebanyak 26 kapal. “Sampai saat ini, sudah 5 kapal pesiar sudah berkunjung ke lombok. Total wisatawan yang diangkut lima kapal pesiar ini hampir 10 ribu orang,” jelas Erry.

Jumlah ini diharapkan bisa bertambah, karena para wisatawan ini merasa sangat gembira dan senang datang ke Lombok. Hal ini kata dia membuktikan Lombok sudah kembali bangkit pascagempa dan tetap menjadi primadona bagi mereka. Di mana, kapal pesiar MV. Sun Princess ini langsung bertolak dari Pelabuhan Darwin, Australia tujuan langsung ke Lombok selanjutnya baru bertolak ke Phu My, Vietnam.

Dengan dikunjungi kapal pesiar ini kata

dia, patut menjadi kebanggan karena wisatawan asing bisa melihat langsung keindahan lokasi wisata dan budaya di Lombok, sehingga mereka tertarik. Ia berharap tidak hanya destinasi di Lombok saja yang dikunjungi di NTB, namun juga destinasi di Pulau Sumbawa dapat tereksplore, sehingga target dari pemda untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak bisa tercapai. Untuk melayani kapal pesiar ini, pihak Pelindo sendiri telah menyiapkan pelabuhan bertaraf internasional yakni Gili Mas Port, di mana pelabuhan ini menjadi termegah kedua setelah Bali.

Diharapkan dengan adanya pelabunan ini nanti, bukan hanya  menjadi kebanggaan BUMN, namun masyarakat NTB khususnya dan Indonesia umumnya. Apalagi, Pelabunan Lembar ini dianggap unik, karena satu-satunya berada di bawah bukit, sehingga ketika wisatawan tiba di Lembar merasa masuk di alam pegunungan. Menurut dia, banyaknya kunjungan wisatawan yang menggunakan kapal pesiar di tahun 2019 ini, merupakan hasil kerja keras bersama tidak hanya Pelindo. Namun semua instansi baik Dinas Pariwisata Provinsi dan Lobar serta instansi terkait lainnya.

Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat kegiatan kunjungan kapal pesiar melalui Pelabuhan Lemar, Pelindo III Lembar berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Lembar,Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Lembar,Polairud,Basarnas,Dinas Pariwisata NTB,Dinas Pariwisata Kabupaten Lobar. (her)