Menangkan Pertarungan, Paslon Bupati Lobar Punya Strategi Khusus

0
6

Giri Menang (suara NTB) – Tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) yang sama-sama pede (percaya diri) menang pada pilkada tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Masing-masing paslon memiliki hitungan dan strategi khusus, dalam meraup simpati rakyat Lobar.

Seperti kubu Nauvar F. Farindun dan TGH. Muammar Arafat (F-One) menargetkan suara150 ribu bisa menang. Begitu juga kubu Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun (Zaitun) memiliih realistis meraup suara masyarakat melalui program nyata yang telah dilaksanakan, sementara H. Izzul Islam – TGH. Khudari Ibrahim (Zul-Khair) mengklaim suara merata di semua wilayah.

Kepada wartawan, Ketua Koalisi Pemenangan F-One H. M. Nursaid melihat simpul-simpul kemenangan sudah tampak jelas. Pasalnya, hasil ia turun ke lapangan pemilih militan mantan Bupati H. Zaini Arony sampai saat ini belum bisa digoyahkan oleh paslon lain. Selain itu, tiga partai pendukung yakni, Gerindra, Hanura dan PKPI solid bergerak ke tingkat dusun dan desa memenangkan F-One. Bahkan sudah dilakukan simulasi pemilihan dari F-One sendiri, militan Zaini Arony dan militan TGH. Muammar Arafat serta simulasi linier antara F-One dengan Ahyar Abduh dan Mori Hanafi di Pilkada NTB yang nota bene juga nomor urut 2.

Simpul lain yang memperkuat barisan F-One, jelasnya, jamaah tarekat yang dipimpin Ikatan Ponpes NU se-Lobar serta organisasi NU ikut terjun. Di samping itu, dukungan petinggi NW TGH. Hasanain Juaini ke F-One. “Dari sanalah kami menghitung, dapat suara 150 ribu saja kami menang dengan DPT sekitar 498 ribu dengan tingkat kehadiran pemilih 75-80 persen,” klaim Nursaid akhir pekan kemarin.

Tim Koalisi F-One, jelasnya, tidak suka berpolitik asumsi, namun tim koalisi khususnya Gerindra memiliki bukti tim sampai tingkat desa direkrut 5 orang dan satu orang satu dusun. Begitu pula PKPI dan Hanura juga telah merekrut tim dibawah. Menurutnya, pendukung ini bukan sebatas klaim, namun nyata memilih F-One.

Sementara Multazam dari parpol koalisi pendukung Zaitun, menegaskan, pasangan ini bekerja secara real meraup suara masyarakat dengan memunculkan program nyata ke masyarakat. Parpol koalisi petahana ini tidak ingin seperti calon lain yang banyak bermain target. Menurutnya, paslon yang didukung begitu mudah dijual ke masyarakat, pasalnya sudah ada bukti kerja nyata dan prestasi yang diraih untuk Lobar selama kepemimpinannya.

Terkait sistem pemenangan seperti di F-One, menurutnya, semua paslon pasti punya strategi. Pun di Zaitun, didukung 22 kursi DPRD yang tergabung dalam koalisi ini solid bergerak, sangat aktif turun ke bawah. Ia memastikan para anggota DPRD yang tergabung dalam kaolisi masif turun ke lapangan mensosialisasikan Zaitun.

Sementara itu, kubu Zul-Khair terus bergerak turun ke masyarakat dengan melihat aturan main yang ditetapkan PKPU dan Panwaslu, sehingga tidak melanggar rambu-rambu. Gerakan ini pun berkesinambungan dan masif dengan menyentuh kawula muda, tokoh masyarakat, tuan guru dan toga. “Kalau simpul-simpul kekuatan kami merata, berbicara simpul kami tidak lepas dar tokoh agar, tuan guru, tokoh budaya yang memiliki peranan (massa pengikut) di masyarakat, ini terus kami terus dekati untuk menyampaikan visi dan misi Zul-Khair,’’ jelas Ketua Koalisi Parpol Pendukung Zul-Khair, H. Sardian.

Dengan berbagai hitung-hitungan ini jelasnya sangat realistis, didukung gerakan semua unsur baik tim pemenangan, relawan, parpol dan semua unsur terkait. Menurutnya sejauh ini, ia menilai dari segi kekuatan di bawah tiga paslon ini berimbang, pihaknya menggunakan konsep bagaimana mengelola potensi di masyarakat untuk meraih simpati masyarakat melalui cara santun. Pihaknya mengembangkan konsep agar pesta demokrasi yang santun bukan saling menghujat. (her)