Kontrak Kerjasama Diperpanjang, Desa Lingkar TPA Kebon Kongok Dijanjikan Dana Hibah

0
70

Giri Menang (Suara NTB) – Akhirnya kontrak kerjasama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok diperpanjang. Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan Pemkot Mataram selaku pengguna TPA, menyetujui perpanjangan kontrak hingga lima tahun kedepan. Persetujuan tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Dalam klausul kontrak itu disebutkan, kontrak bisa berakhir sewaktu-waktu tanpa menunggu lima tahun, apabila status TPA Kebon Kongok diambil alih Pemprov NTB menjadi TPA Regional. Disamping itu, Pemkot berencana mengalokasikan dana hibah bagi desa yang ada di lingkar TPA. Fauzan Khalid kepada wartawan menyebut perpanjangan kontrak lima tahun TPA Kebon Kongok hanya bersifat perantara. Karena kontrak tersebut bisa berakhir setelah Pemprov NTB resmi mengambil alih. “Diperpanjang, tapi boleh jadi nanti belum lima tahun sudah jadi regional,” terangnya.

Sejauh ini, pengusulan TPA Kebon Kongok menjadi TPA Regional masih diproses di Dinas PU-PR Provinsi NTB. Di daerah lain, kata bupati jika pengelolaan TPA melibatkan lebih dari satu kabupaten/kota, sudah berubah status menjadi TPA Regional. Begitu halnya dengan aset pemda maupun Kota Mataram yang ada disana, akan menjadi bagian tanggung jawab provinsi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram Irwan Rahadi menyambut baik langkah pemkab Lobar dengan perpanjangan kontrak tersebut. Meski tak disebutkan secara rinci item dalam perjanjian kontrak itu, Irwan memastikan menyangkut hak dan kewajiban Kota Mataram terhadap masyarakat di lingkar TPA. Secara rinci, sudah dikaji secara hukum antara LH Lobar dan Kota Mataram.

Dijelaskan, dalam kontrak tersebut mengatur masalah jangka waktu, masa transisi sebelum diambil alih oleh pihak provinsi menjadi TPA Regional.Karena itu ia berharap, proses perubahan status dipercepat. Prisipnya, pihak Kota Mataram lanjut Irwan sangat mendengar dan memperhatikan masyarakat di lingkar TPA. Apa yang menjadi hak masyarakat setempat akan dibahas di APBD Perubahan Kota Mataram.

  Dukung Rinjani Jadi Geopark Dunia, Puluhan Karung Sampah Diangkut Turun

Selain memperhatikan hak masyarakat lingkar TPA, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin demi kenyamanan masyarakat (Lobar) yang dilalui truk-truk sampah Kota Mataram. Ia meminta masyarakat apabila menemukan truk sampah Kota Mataram tidak menggunakan jaring saat pembuangan ke TPA ditindak. Terkait isu yang beredar bahwa Pemkot menyediakan anggaran hibah bagi lingkar desa di wilayah TPA tersebut, ia membenarkannya namun pihaknya perlu melihat ketentuan membolehkan atau tidak. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here