Penggantian Lampu PJU Jalur Bandara Diduga Salahi Aturan

ilustrasi PJU. (Suara NTB/dok)

Advertisement

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur bandara II yang mati telah diganti Pemda. Namun proses pengantian ini diduga menyalahi aturan, lantaran aset berupa lampu belum diserahterimakan dari Balai Jalan Nasional (BJN) ke Pemda Lombok Barat (Lobar). Namun, untuk menenuhi desakan masyarakat pengguna jalan, maka lampu diganti pemda. Untuk memasukkan aset ini sebagai milik  Pemda Lobar, bisa dilakukan setelah penyerahan ke Pemda.

Hal ini disampaikan Kabid Tata Kota dan Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar Saepul, Jumat, 29 September 2017.

Pihaknya sendiri sudah koordinasi dengan BJN terkait kapan diserahkan. Menurutnya, penyerahan harus segera dilakukan, sebab jika mati lampu PJU bisa ditangani pemda . Sejauh ini, lampu PJU yang mati di sejumlah titik terpaksa diganti pemda, meskipun melangar aturan karena belum diserahterimakan.

Diakuinya, banyak keluhan yang disampaikan ke bupati, sehingga lampu tersebut pun diganti. Untuk pemasangan jaringan listrik PJU bandara II kembali dianggarkan Rp 630 juta. Kali ini, jaringan yang dipasang di jalur cepat bagian kiri dan kanan yang mencapai ratusan titik PJU. Saat ini tengah proses pemasangan, setelah  tender beberapa waktu lalu selesai dilaksanakan melalui ULP.

Ditargetkan, pertengahan oktober tahun ini bisa selesai dan lampu PJU di jalur tersebut bisa menyala. “Sekarang ini sedang dikerjakan, sampai titik perbatasan,”jelasnya.

Ia meminta agar BJN mengganti aksesoris PJU yang banyak dicuri di jalur bandara II. Pihaknya sudah  melaporkan kasus ini ke polres, pihak polisi pun telah menangkap pelaku pencuri aksesoris tersebut.  Untuk diketahui, pengerjaan proyek jaringan listrik PJU tahap I tahun lalu dialokasikan senilai Rp 400 juta. Namun proyek ini molor dari target waktu sesuai kontrak tanggal 27 Agustus tahun lalu. (her)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.