Pimpinan Dewan Kritik Event Tak Maksimal Majukan Pariwisata Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Multazam mengkritisi berbagai event yang diadakan Dinas Pariwisata Lobar. Diantaranya Festival Jazz, Festival Senggigi, Perang Topat, hingga promosi ke luar negeri. Meskipun diadakan begitu mewah dan sukses namun event yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut hanya sukses dan wah pada saat acara saja namun tak mampu memajukan pariwisata Lobar.

“Sayang sekali kadis hanya sukses di acara tapi tak pernah sukses memajukan pariwisata Lobar. Merasa bangga sukses acara namun saya anggap memalukan,” katanya.

Ditegaskannya, berbagai event digelar dengan mewah menelan anggaran besar, namun sebatas sukses di acara akan tetapi tak sukses memajukan parwisata. Ia menilai event itu hanya sebatas digelar mewah namun efeknya tak signifikan terhadap parwisata.

Penilaian berbeda disampaikan anggota DPRD Lobar, Hj. Nur Hidayah. Ia justru menilai dengan anggaran yang dirasa minim, panita dapat menggelar acara yang sukses. Bahkan dapat mengundang musisi dari nasional bahkan internasional. Kedepanya pihaknya berharap kepada Badan Anggaran maupun Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan anggaran yang lebih untuk event jazz tersebut.

“Ini saja dengan anggaran yang minim panitia sudah berhasil mengaungkan pariwisata melalui jazz. Antusias masyarakat juga sangat besar. Saya berharap anggaranya lebih besar lagi sehingga kita bisa mempromosikannya dari jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar H. Saepul Ahkam menyatakan, imbas promosi pariwisata melalui event yang diadakan Pemda berdampak besar. Diantaranya, progress  penambahan target dan capaian PAD dalam APBD dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari Rp 180 miliar menjadi 196 miliar. Lalu naik Rp 219 miliar dan saat ini diestimasikan target Rp 239 miliar.

“Ini progres lima tahun terakhir dengan komponen lebih dari 65 persen adalah dari industri pariwisata,” jelasnya.

Terkait efek event pariwisata, tidak bisa dirasakan secara langsung namun jika dilihat capaian semester I  sebagai akibat langsung dari festival jazz dan Mekaki marathon kunjungan wisatawan sudah mencapai 510 ribu dibandingkan angka kunjungan pada periode yang sama tahun lalu kurang dari 200 ribu.

Tahun ini taget kunjungan naik 750 ribu, dibandingkan tahun lalu 500 ribu tercapai 650 ribu. Efek lainnya pada lama tinggal wisatawan tahun lalu hanya 2,7 hari, sedangkan saat ini mencapai 3,8 hari atau 4 hari. Menurutnya pemda sangat terbuka bila dikritisi dengan perspektif solutif dan objektif bukan sebaliknya. (her)