Dermaga III Tak Difungsikan ASDP, Jadwal Bongkar di Lembar Kian Lama

Giri Menang (Suara NTB) – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Denpasar Provinsi Bali-NTB Pelabuhan Lembar (pengganti nomenklatur OPP) mengakui terjadinya kapal antre berjam-jam di kolam pelabuhan untuk menunggu bongkar muat disebabkan bukan karena perubahan jadwal. Antrenya kapal penyeberangan disebabkan berbagai hal, termasuk cuaca.

Pihak terkait pun telah mengambil beberapa langkah sebagai solusi. Salah satunya mempercepat bongkar. Selain itu pihak terkait berkoordinasi dengan PT ASDP agar mengoperasikan semua dermaga untuk bongkar kapal. Sebab selama ini dermaga III khususnya hanya dipakai ketika kondisi post majeure terjadi kerusakan dan penumpang padat saja.

Dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 6 Agustus 2017, BPTD melalui Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah Kerja Lembar, Koda Pahlianus Nelson D, menjelaskan, jadwal penyeberangan dibuat atas kesepakatan bersama baik dengan Gapasdap, ASDP dan stakeholder terkait di Pelabuhan Lembar.

Sesuai kesepakatan bersama, ujarnya, ada tiga kriteria penjadwalan penyeberangan, yakni jika kondisi penumpang sepi, maka jadwal bongkar muat selama 2 jam sekali. Ketika kondisi ramai penumpang dan lapangan parkir full, maka bongkar muat dilakukan selama 1 jam sekali. Jika kondisi penumpang ramai dan padat, maka bongkar muat dilakukan 45 menit sekali.

Baca juga:  Harga Tiket Pesawat Mahal, Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi

“Terkait terjadinya kapal ngapung berjam-jam di kolam pelabuhan untuk menunggu bongkaran bukan hanya karena pengaturan jadwal penyeberangan namun karena ada faktor-faktor tidak mendukung sehingga terjadilah kapal antre lama di kolam pelabuhan,” aku Nelson.

Selain itu, ujarnya, faktor pertama kapal antre terkait ombak pantai di Pelabuhan Padangbai Bali mengakibatkan dermaga II di Pelabuhan Padangbai tidak bisa digunakan, sehingga hanya satu dermaga yang bisa dugunakan. Dampaknya, otomatis kapal-kapal tersebut ngapung karena antre menunggu di kolam pelabuhan untuk bongkar muat.

Dampak dari itupun otomatis dirasakan hingga ke Pelabuhan Lembar, karena kapal yang antre di Pelabuhan Padangbai bisa mencapai 8-9 kapal, maka kapal-kapal yang mau menyeberang ke Pelabuhan Lembar berurutan, sehingga pasti terjadi antrean kapal di tengah laut selama 1-2 jam. Akibatnya di pelabuhan lembar pun memperpanjang waktu keberangkatan kapalnya, menunggu selesai bongkar muat di Padangbai.

Baca juga:  Gubernur Inspeksi Angkutan Lebaran

Lantas apa solusi yang dilakukan pihak BPTD? Pihaknya mulai Minggu pagi sudah melakukan upaya mempercepat bongkaran kapal, terutama di pagi hari. Sebab jangan sampai terlalu lama menunggu, sehingga merugikan konsumen terutama yang bongkar muat pagi hari. Untuk mempercepat bongkaran kapal, pihaknya berupaya semaksimal mungkin jika ada kapal dari Padangbai yang sudah datang dan terlihat di alur pelabuhan, maka pihaknya akan mengutamakan kapal bongkar dulu. Sedangkan untuk muatannya bisa belakangan.

Selain itu, ujarnya, seharusnya tiga dermaga di Pelabuhan Lembar bisa digunakan untuk bongkaran kapal, nammun kondisinya tidak semua dermaga difungskan. Sebab dermaga III di Pelabuhan Lembar tidak berfungsi setiap hari, karena pihak ASDP hanya memakai ketika terjadi post majeure saja ketika terjadi penumpukan dan kerusakan. Meski demikian, pihaknya mengaku yakin jika dermaga III bisa dipakai untuk melayani bongkar muat pada pagi hari. “Kami akan minta agar semua dermaga di pelabuhan tersebut bisa difungsikan untuk melayani bongkar muat, terutama pada pagi hari,” tukasnya. (her)